22, October, 2021

Eko Kuntadhi Bilang Jangan Paksakan Berjilbab Ini Bukan Afganistan, Ulama Beri Pesan Menohok!

JAKARTA– Pegiat media sosial Eko Kuntadhi merespon aturan wajib berjilbab dalam surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan tentang penggunaan pakaian dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pria yang mengakui sebagai buzzer ini menilai, aturan berjilbab adalah diskriminatif. Dia meminta agar tidak ada paksaan dalam berjilbab sebab Indonesia adalah negara demokrasi.

“Ini beneran ASN perempuan di Sulsel seragamnya harus pakai jilbab?” katanya melalui akun Twitter _ekokhuntadi pada Jumat, 17 September 2021.

Dalam Surat Edaran Nomor 025/8229/B.Org, yang dilampirkan Eko Kuntadhi dipaparkan aturan seragam pakaian dinas dan atribut kelengkapannya bagi ASN.

Eko Kuntadi mengatakan bahwa dalam urusan agama tidak boleh ada paksaan. Sebab Indonesia negara demokrasi.

“Waduh, ini kan Indonesia. Bukan Afganistan. Jangan main paksalah dalam urusan agama,” tegas Eko Kuntadhi.

Padahal dalam surat itu tidak ada poin yang mengatakan bahwa ASN Perempuan wajib menggunakan jilbab.

Merespon Eko Kuntadhi, ulama Habib Abubakar Assegaf memberikan pesan menohok. Habib mengatakan bahwa jilban bukan urusan negara. Tetapi aturan dalam agama.

“Yang ada, dipaksa lepas jilbab. Ini negara demokrasi, ini “Daarussalam” bukan negara BarBar. Jilbab ga ada hubungannya sama negara, tapi sama Agama,” kata Habib Abubakar Assegaf.

Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi, harusnya saling menghargai warga dalam menjalankan syariat agama masing-masing.

“Setiap warga negara wajib menghargai hak masing-masing warganya dalam menjalankan keyakinannya /syariat Agamanya. Faham?!” katanya. (dal/fin).

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer