Ini Penyebab Lambatnya Vaksinasi Lansia di Indonesia
JAKARTA - Cakupan vaksinasi pada kelompok sasaran lanjut usia (lansia) di Indonesia berjalan lambat. Penyebabnya, dipengaruhi oleh keterbatasan wawasan seputar penyakit penyerta alias komorbid.
"Masih banyak lansia yang takut divaksin. Rata-rata salah pemahaman tentang komorbid yang tidak boleh divaksin," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (17/9).
Menurutnya, keterbatasan wawasan lansia seputar informasi komorbid membuat orang cenderung mudah terpengaruh oleh berbagai informasi bohong atau hoaks. Akibatnya, batal ikut serta dalam program vaksinasi nasional.
Salah satunya berkaitan dengan keraguan lansia terhadap kehalalan produk vaksin. "Mereka ragu soal halal dan haram. Juga takut akan efek sampingnya," jelas Nadia.
Dia memastikan seluruh vaksin COVID-19 yang saat ini beredar di Indonesia telah dijamin keamanannya. Bahkan MUI sudah menerbitkan fatwa bahwa vaksin halal digunakan.
Hingga Jumat (17/9), capaian vaksinasi COVID-19 untuk target sasaran 21.553.118 jiwa lansia mencapai 5,8 juta jiwa lebih untuk dosis pertama. Sementara dosis kedua sebanuak 4,1 juta jiwa lebih.
Capaian tersebut tertinggal dari kelompok masyarakat rentan dan umum. Saat ini angkanya telah mencapai 28,80 persen untu dosis pertama.
Nadia mengatakan upaya mempercepat cakupan vaksinasi bagi lansia dilakukan Kemenkes dengan melibatkan tokoh masyarakat dan agama.
"Kami juga mendorong peran aktif pemerintah daerah melaksanakan vaksinasi ke rumah-rumah lansia. Tujuannya agar lokasi vaksinasi untuk lansia dapat dijangkau secara geografis maupun ekonomi," pungkasnya. (rh/fin)