Iklan
Iklan
News

Denny Siregar Dukung Letjen Dudung 'Semua Agama Benar': Masalahnya di Mana?

JAKARTA Pegiat media sosial, Denny Siregar mendukung pernyataan Letnan Jenderal Dudung Abdurrachman yang mengatakan semua agama benar. Menurut Denny Siregar, pernyataan itu merupakan cara Dudung menyikapi perbedaan antar ummat beragama.

"Pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung, "Semua agama itu benar di mata Tuhan.." itu membuat hati gua nyesss. Pangkostrad begitu dewasa dalam menyikapi perbedaan dengan statemennya yang bijak. Semoga kelak anda menjadi Panglima TNI, Jenderal,"ujar Denny Siregar di Twitter-nya, dikutip Jumat (17/9/2021).

Denny Siregar heran dengan berbagai pihak yang mempermasalahkan pernyataan itu. Menurutnya, tidak ada salahnya Dudung berbicara seperti itu. Sebab yang dia katakan bukan untuk umum, tetapi untuk prajuritnya.

"Emang kenapa sih? Pak Dudung kan bicara di depan prajuritnya, yang berbeda-beda agama. Jadi masalahnya dimana dengan pernyataan beliau? Beda sama Muhammadiyah yang semua kadernya muslim. Sudahlah, urus barisan masing-masing. Gak usah ributkan barisan orang lain," ujar Siregar.

Dia juga menyindir orang-orang yang mempermasalahkan pernyataan tersebut. Menurutnya berlebihan dan cari sensasi.

"Itu emang orang-orang lebay yang suka ngeributin pernyataan seseorang, sok paling Islam dari lainnya tapi gak berbuat apa-aoa cuman sibuk komentar supaya dikenal.. Maju terus, Jendral. Kami bersamamu," ujar Denny Siregar.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis ikut merespon pernyataan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen Dudung Abdurachman yang mengatakan semua agama sama.

Cholil Nafis mengatakan, yang beranggapan semua agama sama itu menurut Pancasila. Sementara menurut agama, masing-masing mengklaim agamanya benar.

“Semua agama benar. Itu menurut pancasila untuk hidup bersama di Indonesia. Tapi dalam keyakinannya masing-masing pemeluk agama tetap yang benar hanya agama saya. Nah, dalam bingkai NKRI kita tak boleh menyalahkan agama lain apalagi menodai. Toleransi itu memaklumi bukan menyamakan,” ujar Cholil Nafis di Twitter-nya, Rabu (15/9/2021).

Dia mengatakan, dalam Islam, diyakini bahwa Agama yang benar hanya Islam. Kewajibannya ummat Islam harus meyakini hal itu.

“Bagi kami umat Islam yang benar adalah hanya agama Islam. Kita wajib meyakininya agar iman menancap di hati. Hanya dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara kita harus punya bertoleransi kepada umat beragama lain” ujarnya.

“Posisi TNI dan pemerintah tentu mengayomi semua umat beragama,” sambung kiai Cholil.

Kiai Cholil mengatakan, toleransi bukan berarti menyamakan perbedaan keyakinan. Toleransi adalah memaklumi dan menghargai perbedaan keyakinan.

“Yang sama jangan dibeda-bedakan apalagi dipertentangkan dan yang memang beda jangan di sama-samakan. Namun kita tetap harus saling memaklumi dan menghargai. Begitulah makna toleransi yang saya pahami” tuturnya. (dal/fin)

Berita Terkait