Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Terus Turun, Airlangga Minta Tetap Waspada
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, turunnya kasus positif Covid-19 di Indonesia, euforia masyarakat Indonesia jangan berlebihan. Semua pihak, harus tetap waspada dengan adanya varian Delta maupun varian baru yang bisa masuk ke Indonesia.
Airlangga menjelaskan, untuk evaluasi PPKM di luar Jawa-Bali, masih diberlakukan dua pekan. Yakni, hingga 20 September mendatang. Meskipun saat ini kasus positif sudah dibawah 100 ribu per harinya, Airlanggan mengatakan, seluruh masyarakat jangan cepat berpuas diri.
"Pandemi masih sulit diprediksi. Sehingga seluruh elemen masyarakat masih harus tetap waspada. Pos perbatasan juga masih terus dijaga. Termasuk, saat ini kita masih terus targetkan vaksinasi," kata Airlangga, Senin (13/9) malam.
Airlangga juga menambahkan, pemerintah tidak akan menghilangkan PPKM selama pandemi Covid-19 masih belangsung. Target pemerataan vaksin, kata Airlangga, saat ini masih jadi fokus pemerintah.
"Distribusi vaksin ke depan, dan capaian vaksin jika masih ada yang di bawah 20 pesen akan terus digenjot. Sementara itu, PPKM khususnya di luar Jawa-Bali akan menyesuaikan dengan kondisi di daerah," papar Airlangga.
Secara umum, saat ini kasus kesembuhan di luar Jawa-Bali, sudah di atas 60 persen. Bahkan, provinsi juga tercatat terjadi penurunan level. Ada 23 kab/kota masih level 4 karena ada yang perlu diperbaiki.
"Tapi tercatat, ada 17 kab/kota turun dari level, yakni dari level 4 ke level 3 dan satu ke level 2. Hanya saja, yang perlu diingat, jangan sampai penurunan level ini justru membuat kendor protokol kesehatan," bebernya.
Airlangga juga menambahkan, untuk target dan program vaksinasi di luar Jawa-Bali, saat ini pemerintah akan fokus meningkatkan jumlah penerima. Sehingga kekebalan kelompok akan tercapai. Sehingga, diharapkan perekonomian Indonesia akan terus membaik ke depannya. (khf/fin)