Jangan Pentingkan Pabrik Vaksin Milik Asing, Prioritaskan Merah Putih
JAKARTA - Pemerintah diminta fokus mengembangkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan anak bangsa. Kehadiran vaksin ini diharapkan bisa membantu percepatan herd immunity.
"Jangan sampai upaya tersebut terbengkalai karena pemerintah lebih mementingkan pembangunan pabrik vaksin milik investor asing daripada mengembangkan vaksin buatan anak bangsa sendiri," kata Anggota DPR RI Mulyanto di Jakarta, Kamis (9/9).
Politisi PKS itu menegaskan pemerintah jangan salah fokus dalam upaya pengadaan vaksin. Pemerintah harus konsisten memprioritaskan vaksin inovasi anak bangsa daripada vaksin asing.
Dia mengingatkan pembuatan vaksin Merah Putih sudah menjelang tahap-tahap akhir. Pemerintah wajib memberikan dukungan maksimal. Tujuannya agar vaksin Merah Putih hasil karya putra/putri Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
Dia menyatakan Universitas Airlangga bersama Biotis Pharmaceutical sudah mendapat acungan jempol oleh BPOM. Artinya, jika tidak ada kendala, pada Maret 2022 sudah selesai uji klinis tahap 1—3 dan mendapat EUA dari BPOM. "Ini yang harus didorong pemerintah," paparnya.
Kehadiran vaksin Merah Putih mempunyai nilai strategis. Bukan hanya dapat membantu negara menanggulangi pandemi COVID-19, juga sebagai bukti kemajuan dunia riset biomolekular di Indonesia.
"Secara ekonomi kehadiran vaksin Merah Putih bisa mereduksi impor vaksin. Bahkan dapat diekspor. Karena itu, pemerintah perlu menjamin proses produksi vaksin dalam negeri tidak mendapat gangguan dari pihak mana pun," pungkasnya.(rh/fin)