News

Ditjen Hubla Ingatkan Penyelenggara Angkutan Perintis Perhatikan Kualitas Layanan

Ditjen Hubla Ingatkan Penyelenggara Angkutan Perintis Perhatikan Kualitas Layanan

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan mengingatkan penyelenggaraan angkutan perintis harus dievaluasi secara berkesinambungan agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Dengarkan masukan dari para pengguna layanan dan tindaklanjuti dengan cepat agar manfaat pengoperasian kapal perintis dapat dirasakan oleh masyarakat dengan maksimal,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Mugen S. Sartoto, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

BACA JUGA: Tekan Disparitas Harga di Papua, Tol Laut Terus Di Pacu

Capt Mugen mengatakan, ada beberapa hal yang harus diprioritaskan dan sinergikan agar layanan angkutan laut perintis dapat semakin optimal, antara lain pengelolaan yang berkelanjutan dan harmonisasi dengan kementerian atau lembaga lain. 
Selain itu, pengawakan dan kompetensi crew kapal perintis juga harus diperhatikan,  selain juga pengenaan tarif penumpang dan barang, pengaturan dan formulasi dalam pemberian kuota BBM subsidi.

Tak hanya itu, keteraturan dan kepastian jadwal perintis, pemasaran layanan angkutan laut perintis pada masing-masing pemerintah daerah, dan optimasi rute angkutan laut perintis dan integrasi dengan rute angkutan kapal PSO dan kapal tol laut, serta penerapan syarat perjalanan dan protokol kesehatan juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Selain itu, adanya pemutaran video tentang UMKM diatas kapal perintis akan dapat menjadi nilai tambah sebagai sarana untuk menanamkan nilai kebangsaan dan edukasi non formal dalam kewirausahaan,” ujar Mugen.

Kepada para operator kapal perintis, Mugen berpesan selalu memperhatikan pelayanan penumpang dan melakukan perawatan kapal dengan baik.

“Para Dinas Perhubungan Provinsi dan KSOP/UPP di Pelabuhan pangkal perintis untuk selalu mengevaluasi trayek-trayek kapal perintis di daerahnya. Daerah-daerah yang dirasa tidak efektif agar dihapuskan dan dialihkan ke daerah yang lebih membutuhkan,” pungkasnya. (git/fin)

Berita Terkait