Ingat! Krisis COVID-19 Belum Berakhir
JAKARTA - Kasus positif COVID-19 di Indonesia memang sudah menurun. Namun, masa krisis pandemi belum berakhir. Masyarakat perlu tetap waspada. Termasuk ancaman gelombang ketiga dan munculnya varian baru.
"Kita memang sudah melewatu puncaknya. Namun krisis belum berakhir. Masa krisis varian Delta ini rata-rata 12 minggu. Itu bisa sampai akhir September 2021," kata Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Dicky Budiman, Selasa (31/8).
Terlebih, lanjutnya, ancaman varian Delta di wilayah Jawa dan Bali belum seluruhnya selesai. Bahkan, varian delta sudah masuk wilayah pedesaan. "Ini kita bisa terancam varian lainnya. Bisa lebih hebat dari virus delta. Karena delta ini kan belum selesai diatasi," jelas Dicky.
Dia menilai keputusan pemerintah yang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama sepekan ke depan hingga 6 September 2021 sudah tepat.
"Strategi pemerintah ini benar. Hanya tentang komunikasinya saja. Ini yang harus ditingkatkan supaya masyarakat paham bahwa ini untuk memproteksi masyarakat dari ancaman virus," tuturnya.
Menurutnya, vaksinasi merupakan sebuah keharusan. Hal ini menjadi salah satu kunci dalam menghadapi pandemi COVID-19. "Kuncinya tetap sama. Aapapun variannya, 3T, 5M dan vaksinasi itu kuncinya sampai akhir pandemi. Ini harus terus dilakukan," urai Dicky.
Selain vaksinasi dan protokol kesehatan, strategi 3T atau pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) perlu digenjot. Sebab, ancaman gelombang ketiga sangat berpotensi terjadi. Setidaknya September atau Oktober mendatang.
Mengendalikan COVID-19 dinilai bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga harus waspada. "Ke pasar jangan tiap hari, ke mal juga jangan tiap hari juga. Seperlunya saja. Artinya kalau semua begitu kan tidak penuh," lanjutnya.
Termasuk di tempat makan atau restoran. Untuk makanan sebaiknya dibeli dan dibawa pulang. Tidak perlu makan di tempat jika tidak ada suatu hal penting.(rh/fin)