Rupiah Rentan Tertekan Jelang Pernyataan The Fed Soal Prospek Tapering
JAKARTA - Pelaku pasar hari ini terlihat berkonsolidasi untuk mengantisipasi pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed). Nilai tukar rupiah pun berpeluang kembali tertekan di perdagangan hari ini.
Mengutip data Bloomberg, Kamis (26/8) pukul 09.16 WIB, kurs rupiah diperdagangkan pada level Rp14.422 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan 25 poin atau 0,17 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (25/8) di level Rp14.397 per dolar AS.
Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan sentimen pasar terlihat beragam pagi ini. Kenaikan indeks saham AS semalam tidak serta merta menopang penguatan indeks saham Asia pagi ini.
"Demikian juga nilai tukar regional, tidak langsung menguat terhadap dolar AS pagi ini," kata Ariston dalam keterangannya, Kamis (26/8).
Pelaku pasar kelihatannya berkonsolidasi mengantisipasi pernyataan Gubernur the Fed Jerome Powell mengenai prospek kebijakan tapering tahun ini di acara tahunan Bank Sentral AS di Jackson Hole di akhir pekan ini.
Nilai tukar rupiah pun berpeluang kembali tertekan tipis hari ini dengan potensi tekanan ke arah Rp14.410 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.380 per dolar AS.
"Di sisi lain, pengendalian covid-19 di dalam negeri yang mulai menunjukkan hasil mungkin membantu menahan pelemahan nilai tukar rupiah," pungkas Ariston. (git/fin)