Iklan
Iklan
News

Penurunan Tarif PCR Diapresiasi, Tapi….

Penurunan Tarif PCR Diapresiasi, Tapi….

JAKARTA - Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), Dr. David Tobing mengapresiasi Pemerintah atas diturunkannya tarif PCR. Penurunan tarif PCR itu bahkan dipastikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana harga tertinggi tes PCR adalah Rp550 ribu. 


"Penurunan tarif ini memang sangat berdasar dan diperlukan, dan harus terus dievaluasi agar tarifnya bisa lebih rendah lagi," ujar David di Jakarta, Selasa (17/8). 

Penurunan tarif tidak boleh menurunkan kualitas dan ketepatan pemeriksaan serta ketelitian informasi. 


"Jangan sampai terjadi kesalahan pencantuman hasil, nama maupun NIK," tegas David


Penurunan tarif ini juga tidak boleh menjadi alasan diperlambatnya hasil test PCR.

"Setiap laboratorium pasti sudah mempunyai SOP dan personil yang handal serta mencukupi sehingga hasilpun sudah bisa diprediksi, semakin cepat hasil keluar maka semakin cepat pula status konfirmasi diketahui," tegas David


Pemerintah melalui Laboratorium di Pusat dan Daerah harus mendorong Laboratorium swasta meningkatkan perannya terutama untuk mengatasi faktor keterjangkauan lokasi laboratorium Pemerintah.

"Hal yang harus dilakukan dengan mensupervisi, menetapkan harga harga komponen laboratorium yang lebih murah dan sedapat mungkin membantu laboratorium laboratorium di daerah terpencil dengan alat alat dan supervisi secara gratis," lanjut David


KKI, kata David, juga mengharapkan PCR gratis dalam.rangka pelacakan/surveleince serta dalam rangka pelayanan penanganan covid juga harus dimaksimalkan dan diawasi agar hak hak masyarakat terpenuhi. (git/fin)

Berita Terkait