News . 16/08/2021, 11:28 WIB

Pidato Kenegaraan Jokowi Bahas Penanganan Pandemi

Penulis : Admin
Editor : Admin

JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI, Kompleks Parlemen Senayan masih membahas seputar pagebluk corona. Kerja keras para tenaga kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 dinilai sangat mengharukan dan membanggakan.

Jokowi juga menilai penyediaan layanan kesehatan oleh pemerintah maupun swasta mengalami peningkatan yang menggembirakan.

"Layanan kesehatan di banyak daerah bertambah cukup signifikan, baik dalam hal penambahan kapasitas tempat tidur, maupun fasilitas pendukungnya," ujar Jokowi, Senin (16/7).

Hanya saja, terkait kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus dipecahkan.

"Tetapi, pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan," ungkapnya.

Presiden Jokowi menegaskan ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus dijamin.

"Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini. Selain itu, pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional," bebernya.

Mantan Wali Kota Solo ini mengungkapkan, Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua bangsa. "Sebab, perang melawan COVID-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi," terangnya.

Melalui diplomasi vaksin tersebut, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia ikut berperan aktif untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Jokowi dalam pidato kenegaraannya juga mengatakan jika pandemi di Indonesia mengajarkan penyakit maupun kesehatan adalah agenda bersama.

"Jika ingin sehat, warga yang lain juga harus sehat," katanya. Pandemi juga telah menguatkan institusi sosial di masyarakat, dan semakin memperkuat modal sosial.

"Jika ada seseorang yang tertular COVID-19, maka hal ini akan membawa risiko bagi yang lainnya. Penyakit adalah masalah bersama, dan menjadi sehat adalah agenda bersama," tambahnya.

Menurutnya, kapasitas kelembagaan negara dalam merespons pandemi juga semakin terkonsolidasi dan bekerja semakin responsif.

"Kita tahu bahwa pandemi harus ditangani secara cepat dan terkonsolidasi, dengan merujuk kepada data, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerja sama antarlembaga, serta kepemimpinan yang responsif dan konsolidatif, menjadi kunci dalam menangani pandemi," bebernya.

Sejak awal pandemi, menurut Presiden Jokowi, lembaga legislatif dan lembaga pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengonsolidasikan kekuatan fiskal.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id