Fadli Zon: Gak Usah Berlebihan Tanggapi Mural, Presiden Bukan Lambang Negara
JAKARTA- Anggota DPR RI, Fadli Zon meminta aparat kepolisian tidak berlebihan menanggapi kritik dari masyarakat kepada pemerintah melalui meme, mural, lukisan dan poster.
Menurut politikus partai Gerindra ini, semua kritik itu merupakan seni dalam berekspresi.
"Tak usah berlebihan tanggapi mural, lukisan, poster, meme dan ekspresi seni lainnya. Itu bagian dari ekspresi budaya," ujar Fadli Zon, dikutip Ahad (15/8/2021).
Fadli Zon menilai, justru respon berlebihan dari kepolisian akan menghilangkan kepercayaan rakyat keada pemerintah.
"Justru respons berlebihan mereduksi hak rakyat utk menyatakan sikap/pendapat atau kemerdekaan berekspresi," katanya.
Dia menilai, mural 'Jokowi 404: Not Found' tidak masalah. Sebab Presiden bukan lambang atau simbol negara. "Lagi pula presiden bukan lambang negara. Katanya demokrasi," ucapnya.
Diburu Polisi.
Pembuat mural 'Jokowi 404: Not Found' sedang diburu pihak kepolisian. Alasannya, polisi menilai presiden Jokowi adalah lambang negara.
"Tetap dilidik (selidiki) itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun, itu kan lambang negara, ya," kata Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim, dikutip Sabtu (14/8).
Rachim mengatakan, presiden adalah panglima tertinggi bagi TNI-Polri. Selain itu juga sebagai lambang negara.
"Banyak yang tanya tindakan aparat apa? Presiden itu panglima tertinggi TNI-Polri, itu lambang negara. Kalau kita sebagai orang Indonesia, mau pimpinan negara digituin? Jangan dari sisi yang lain kalau orang punya jiwa nasionalis," terang Rachim.
Mural itu telah dihapus oleg polisi. Dan pelukis sedang dalam pengejaran. Lukisan itu terdapat di sebuah dinding sekitar wilayah Batuceper, Kota Tangerang.
Lukisan mural itu terlihat wajah seorang yang mirip dengan Presiden Jokowi. Dia digambar corak hitam putih. Tidak ada keterangan dalam gambar itu. Hanya saja di bagian matanya ditulis '404: Not Found' dengan tulisan putih yang berlatar merah. (dal/fin).