Iklan
Iklan
News

Rustam Ibrahim Minta Puan Maharani Stop Kritik Jokowi: Itu Urusan Oposisi

Rustam Ibrahim Minta Puan Maharani Stop Kritik Jokowi: Itu Urusan Oposisi

JAKARTA- Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi Dan Sosial, Rustam Ibrahim meminta Ketua DPR RI Puan Maharani agar tidak mengkritik Presiden Jokowi.

Memang, belakangan ini Puan Maharani kerap melontarkan kritik ke Pemerintah terkait penanggulangan pandemi covid-19.

Rustam menilai, Puan sebagai pihak dari partai koalisi pendukung Jokowi, seharusnya mendukung pemerintah dengan semua kebijakannya.

"Sebagai Ketua DPR yang tentunya pemimpin koalisi besar partai pendukung pemerintah, harus bukan jadi pengkritik tapi memuluskan agenda-agenda pemerintah di DPR," kata Rustam melalui akun Twitter-nya, @rustamIbrahim, dikutip Kamis (12/8/2021).

Rustam bilang bahwa soal kritik biar diserahkan kepada oposisi. Sebab, sikap kritik Puan Maharani, justru akan menurunkan elektabilitasnya.

"Kritik biarlah urusan oposisi. Kritik pemerintah tidak akan membuat elektabilitas anda naik, justru mengurangi simpati," tuturnya.

Rustam mempertanyakan keuntungan dibalik kritik Puan Maharani terhadap Pemerintah. Sebab jika kerap mengkritik pemerintah, sebaliknya pendukung Jokowi dari kalangan masyarakat akan tidak bersimpati kepada Puan.

"Apakah sebagai Ketua DPR, atau sebagai Puan Maharani, keuntungan apa bisa diperoleh Puan dengan mengkritik pemerintahan Jokowi, coba? Yang akan terjadi pendukung-pendukung Jokowi makin tidak simpati dan yang anti Jokowi tidak akan berubah pikiran. Mereka tetap cenderung memilih Prabowo, Anies atau AHY," tuturnya.

Menanggapi itu, politikus PKB, Lukman Hakim menilai, apa yang disampaikan oleh Rustam Ibrahim adalah gaya politik orde baru.

"Berharap DPR hanya menjadi tukang stempel pemerintah. Sungguh diinginkan sisa-sisa pemuja rezim otoriter Orde Baru Soeharto. Selama Orba berkuasa, DPR menjadi subordinat pemerintah dan hanya kenal 1 kata: “Setuju”, meski kebijakan-kebijakan Orba banyak yang rugikan rakyat," ungkap Lukman Hakim. (dal/fin).

Berita Terkait