News

IHSG Berpotensi Mengalami Pelemahan Lanjutan, Simak Rekomendasi Analis

IHSG Berpotensi Mengalami Pelemahan Lanjutan, Simak Rekomendasi Analis

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi mengalami pelemahan lanjutan, setelah kemarin ditutup anjlok 1,22 persen ke level 6.127.


Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, mengatakan sejauh ini laju IHSG telah mengkonfirmasi pola bearish meeting line yang terbentuk pada Jumat (6/8) dan berlanjut melemah awal pekan ini.


Lanjar menyebutkan, saat ini IHSG terindikasi sedang menguji level support Moving Average 20-Day (MA20) dan MA50. Indikator Stochastic dan RSI bergerak dead-cross di area overbought dan MACD bergerak negatif yang berpeluang cross over dari area overvalue.


"Sehingga IHSG berpeluang kembali melemah, dengan support-resistance di level 6.052-6.136," ujar Lanjar, Selasa (10/8).


Dengan demikian, jelas Lanjar, potensi terjadinya koreksi lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa dimanfaatkan investor dengan mengoleksi saham AGII, ANTM, INCO, MCAS, TINS, TOWR, UNTR dan MIKA.


Hal senada juga disampaikan analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, yang menyebutkan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan kembali tertekan. Adapun kisaran support-resistance yang dimiliki IHSG berada di level 6.001-6.202.


"Pergerakan IHSG masih terlihat akan berada dalam kondisi tertekan. Minimnya sentimen positif dan perlambatan ekonomi yang terjadi masih menjadi tantangan bagi emiten pasar modal," papar William.


Selain itu, menurut dia, tekanan pada IHSG juga terlihat pada potensi capital inflow yang bertumbuh signifikan. Namun, lanjut William, kondisi saat ini bisa dimanfaatkan investor sebagai momentum untuk melakukan aksi beli.


"Pergerakan fluktuatif yang terjadi pada IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading atau investasi jangka pendek. Hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan," ucapnya.


Maka, kata William, Indosurya Sekuritas merekomendasikan investor untuk mengakumulasi pembelian saham GGRM, BBCA, AALI, ITMG, ASRI dan SMRA. (git/fin)

Berita Terkait