News . 09/08/2021, 19:03 WIB

WHO Kirim 700 Oksigen Konsentrator untuk Indonesia

Penulis : Admin
Editor : Admin

JAKARTA - World Health Organization (WHO) mengirimkan 700 unit oksigen konsentrator berikut peralatan pendukung ke Indonesia. Ini adalah bantuan untuk penanganan pasien COVID-19 yang membutuhkan.

"Kita tidak bisa melawan pandemi ini sendirian. Harus bersama-sama. Kita tidak dapat secara eksklusif menyelamatkan grup, organisasi, atau negara tertentu saja. Kita harus bekerja secara inklusif dengan semua kelompok masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi ini,” tegas Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (9/8).

Dia mengatakan peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia memberikan tekanan yang signifikan pada sistem layanan kesehatan. Salah satu tantangan yang mendesak adalah menjaga pasokan oksigen yang cukup untuk merawat pasien dengan penyakit COVID-19.

Sejak bantuan oksigen konsentrator itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/8) lalu, Kemenkes mengalokasikan alat bantu pernapasan tersebut untuk fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia. “Kami menyambut baik dan menghargai dukungan kepada Indonesia dalam upaya kami melawan pandemi COVID-19," imbuhnya.

Perwakilan WHO di Indonesia dokter N Paraniethara memberikan dukungan teknis untuk Kementerian Kesehatan melalui para mitra dengan mengerahkan staf teknis membantu Kemenkes menangani pandemi.

Menurut Paraniethara, WHO juga mendukung upaya pemangku kepentingan di Indonesia untuk mempercepat pemerataan vaksinasi nasional. 

“Mobilisasi alat pendukung kritis untuk menanggulangi COVID-19 ke Indonesia merupakan salah satu upaya yang menunjukkan solidaritas global untuk mengatasi ancaman global,” jelas Paraniethara.

WHO, lanjutnya, telah mendapat laporan terkait keterbatasan persediaan oksigen akibat perawatan intensif di rumah sakit melebihi kapasitas daya tampung. "Kita membutuhkan dukungan di tingkat nasional dan internasional untuk mengatasi masalah ini bersama-sama," paparnya.

Indonesia, lanjut Paraniethara, merupakan salah satu negara yang melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus baru dan kematian sebulan terakhir.

"Pemerintah Indonesia terus mempelajari pengalaman negara lain untuk strategi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dengan meningkatkan upaya pengujian, penelusuran, dan pengobatan. Selain itu, memberlakukan pembatasan paling ketat yang pernah dilakukan Indonesia selama pandemi. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19," pungkasnya. (rh/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id