News . 09/08/2021, 13:21 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun 2021 sebesar 7,07 persen merupakan angka yang belum bisa dibanggakan.
“Kalau sektor pertanian kuat, itu nyata adanya. Tangguh dalam mempertahankan negara kita terus tegak, memberi sumbangsih nyata pada negara. Tapi untuk laporan pertumbuhan ekonomi 7,07 persen, itu semu belaka," tegas Akmal, Senin (9/8).
Secara data, sambung Akmal, metode dan penampilan memang sesuai fakta, tapi kenapa tidak dapat dibanggakan, karena baseline yang dibandingkan pada kondisi serba buruk.
"Fakta di lapangan juga masih terjadi banyak pengangguran akibat lesunya berbagai aktivitas industri dan perdagangan. Intinya, negara kita saat ini masih dalam kondisi tidak baik-baik saja, sebagai bukti nyatanya, angka kemiskinan jika di ukur secara fair terjadi peningkatan yang cukup signifikan," tutur Akmal.
Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyarankan, pemerintah dalam menangkap dan menyerap informasi dari BPS, mesti merujuk kembali pada kondisi sebelum ada pandemi. Sehingga dalam menentukan target dan bekerja dalam perencanaannya, bukan mengambil baseline yang negatif.
“Saya mengingatkan, PPKM yang sudah berlangsung sejak 2 pekan lalu, telah melibas kembali daya beli masyarakat sekaligus merusak harapan para pedagang yang sulit berjualan di beberapa pasar modern maupun tradisional. Puluhan juta orang mengalami short hour yang berarti menuju lesunya sektor industri," bebernya. (khf/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id