News

Bakal Investasi Rp28,8 T, Pertamina Disarankan Cari Mitra Untuk Ekspansi di Blok Rokan

Bakal Investasi Rp28,8 T, Pertamina Disarankan Cari Mitra Untuk Ekspansi di Blok Rokan

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyebut pihaknya menganggarkan investasi untuk pengelolaan Blok Rokan, Riau yang baru saja diambil alih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp28,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per dolar AS) hingga 2025.

Praktisi Migas dan Mantan Dirut beberapa Anak Usaha Pertamina, Salis S Aprillian PhD, mengatakan tantangan utama dalam pengelolaan Rokan kedepan, yaitu masalah pembiayaan. Ia mengaku tidak cukup tahu kondisi keuangan Pertamina saat ini. Namun demikian, diyakini kebutuhan investasi di Rokan diyakini harus dipersiapkan perusahaan BUMN itu dengan matang.

"Saya belum tahu apakah Pertamina cukup mampu mendanai seluruh pekerjaan rutin dan proyek-proyek baru, eksplorasi maupun Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan teknologi tinggi yang sudah dicanangkan di Blok Rokan. Kalau memang benar dananya tidak mencukupi, tentunya Pertamina harus berani membuka diri mencari mitra secara selektif yang dapat memberikan pendanaan dari luar dengan cara berbagi risiko dan pendapatannya," ujar Salis kepada Fajar Indonesia Network (FIN), saat dihubungi, Senin (9/8).

Selain itu, kata Salis, karena sistem yang digunakan PHR yaitu gross split atau bagi hasil, maka PHR harus menerapkan sistem operasi yang handal namun tetap efisien.

"Selain harus efektif-efisien, juga harus reliable (andal) dan aman. Di antara industri ekstraksi, kegiatan migas ini termasuk memiliki tingkat risiko yang besar. Penghematan tanpa dibarengi dengan pengetahuan tentang dampak yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kejadian fatal," tuturnya.

Namun demikian, kata Salis, Blok Rokan diyakini masih memiliki potensi yang sangat besar, sebab sejak tahun 1971, Chevron Pacific Indonesia hanya berkonsentrasi pada puluhan lapangan saja. Padahal, masih ada 100 lebih lapangan migas yang belum digarap.

"Artinya masih ada beberapa lapangan, meskipun dikategorikan kecil, yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Dan ini dapat menambah produksi, selain harus dapat menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan besar seperti Minas, Duri, Bangko, Balam, Petapahan, dan lain-lain yang memang secara alamiah pasti terjadi," pungkasnya. (git/fin)

Berita Terkait