News . 09/08/2021, 19:26 WIB
JAKARTA - Sejumlah anggota Barcelona mengajukan komplain ke Komisi Eropa kepada Paris Saint-Germain (PSG). Kabarnya, PSG menjadi klub terdepan untuk mendapatkan Lionel Messi.
PSG diyakini memiliki kemampuan untuk merekrut Messi. Raksasa Prancis itu menyusun strategi agar mampu mendatangkan 'Sang Messiah'.
Meski tak ada biaya transfer, namun gajinya sangat besar. Barcelona bahkan tetap tak mampu merekrut Messi meski sudah sang pemain sudah mau memangkas gajinta sebesar 50 persen.
Dilansir dari The Athletic, Senin (9/8), Barcelona tak bisa mendaftarkannya ke LaLiga. Pasalnya bahkan tanpa gaji Messi, struktur gaji Barcelona sudah mencapai 95 persen dari total pendapatan mereka.
LaLiga menetapkan pembatasan gaji, sehingga Barcelona harus menurunkan pengeluaran gaji agar mencapai level 70 persen.
Agar tak ke PSG, anggota Barcelona, diwakili pengacara Dr Juan Branco mengkomplain bahwa PSG juga punya rasio pendapatan-pengeluaran gaji yang tak lebih baik.
"Rasio PSG terkait Financial Fair Play lebih buruk dari Barcelona. Pada 2019/2020 saja, 99% pemasukan PSG digunakan untuk gaji, sementara saat itu levelnya buat Barcelona adalah 54%," ungkap pernyataan dalam komplain itu, seperti dilansir Marca, Senin (9/8).
Seperti diketahui, PSG musim ini sudah melakukan sejumlah perekrutan pemain bintang. Les Parisiens sudah mendapatkan Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, Geroginio Wijnaldum, Achraf Hakimi. (PA/FIN)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id