Iklan
Iklan
News

Varian Delta Jadi 'Biang Keladi' di 132 Negara

JAKARTA - Merujuk Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), bahwa varian delta yang sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia telah menyebabkan kenaikan kasus sebesar 80 persen selama 4 minggu terakhir.

Dan bagi yang terpapar, harus mendapatkan perawatan intensif agar tidak berujung pada kematian. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menyebut adanya tren peningkatan kematian pada masyarakat kelompok usia produktif.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, data menunjukkan ada 46,7 persen kematian berasal dari populasi di atas 60 tahun, sebesar 36,7 persen dari usia 46 59, dan sebesar 12,7 persen dari 31 - 45 tahun.

"Adanya tren kematian dari kelompok usia produktif tersebut tidak terlepas dari adanya peningkatan kasus dari kelompok umur tersebut," kata Wiku menjawab pertanyaan media, Kamis (5/8) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Ia menambahkan, secara fakta, kematian pasien dapat meningkat peluangnya jika telambat ditangani atau dirujuk. "Serta memiliki riwayat komorbid," pungkas Wiku. (khf/fin)

Berita Terkait