News . 05/08/2021, 21:00 WIB
JAKARTA - Penanganan pandemi COVID-19 bukan kerja perorangan. Ini merupakan kerja kolektif. Karena itu, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Terlebih sampai menyalahkan personal individu.
"Penanganan pandemi COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama. Bukan pada personal individu saja. Keberhasilan penanganan COVID-19 tidak bisa hanya dibebankan pada satu individu. Apalagi sampai menyudutkan pribadi seseorang," kata Guru Besar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk di Jakarta, Kamis (5/8).
Menurutnya, belakangan kerap muncul narasi yang mengaitkan penanganan pandemi terhadap kepentingan personal. Jika penanganan menunjukkan keberhasilan, maka menjadi insentif bagi kepala daerah.
Sebaliknya, ketika kondisi pandemi meningkat, maka kesalahan langsung dibebankan kepada pemerintah pusat. Padahal penanganan pandemi tanggung jawab bersama. "Ini adalah kerja nasional, berjenjang terus ke bawah," tukas Hamdi.
Ia mengingatkan penanganan COVID-19 tidak boleh menjadi objek politik yang bermuara pada saling klaim. Ke depan, pemerintah pusat diharapkan dapat mengurangi kepentingan politik dalam penanganan pandemi. Tujuannya, agar tidak mengganggu upaya memutus mata rantai penularan virus. (rh/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id