17, October, 2021

Gunakan Jalur Udara, Paket Sabu Afrika Masuk Indonesia

JAKARTA – Dua aksi penyelundupan narkotika jenis sabu dari Afrika berhasil digagalkan. Dua aksi tersebut terungkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dua penyelundupan tersebut berasal dari Mozambik dan Nigeria. Dalam penyelundupan sabu dari Mozambik sebanyak 16 kilogram (kg) sabu berhasil disita.

“Paket (sabu) ini disamarkan dalam bentuk patung-patung, dari mana? Lintas negara dari Mozambik di Afrika,” katanya, Rabu (4/8).

Dijelaskannya, awalnya pihaknya mendapat informasi mengenai adanya kiriman paket narkoba dari Afrika melalui Bandara Soekarno-Hatta. Informasi tersebut kemudian dikembangkan dengan kerja sama dari pihak Bea Cukai.

Pada 30 Juli 2021, barang haram tersebut datang dengan disembunyikan di dalam patung. Paket tersebut kemudian diteruskan ke alamat penerimanya yang tertera namun alamat tersebut adalah fiktif.

Namun, pihaknya berhasil melacak alamat penerimanya. Ternyata alamat penerima berada di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

“Dua pelaku penerima sabu berhasil ditangkap. Keduanya ditangkap pada sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya. 

Diungkapkannya, kedua penerima tersebut berinisial DO dan FS. Hasil pemeriksaan ternyata keduanya hanya diperintahkan oleh seseorang yang berinisial CN.

“Hasil interogasi bahwa tersangka DO mengaku diperintahkan oleh CN untuk menerima paket patung berisi narkotika tersebut,” katanya.

Penyidik masih memburu CN. Sedangkan DO dan FS telah menyandang status tersangka dan ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dua pekan sebelumnya, lanjut Yusri, pihaknya  menggagalkan penyelundupan satu kilogram sabu-sabu dari Nigeria. Seorang pelaku berhasil diamankan.

“Modus operandinya ini pengiriman melalui paket, ini berawal dari adanya info yang diterima bahwa akan ada masuk paket barang sabu dari Nigeria,” katanya.

Paket sabu-sabu tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 15 Juli 2021. Meski demikian paket tersebut tidak langsung disita namun tetap dikirim ke alamat tujuan untuk menangkap pemesannya.

“Setelah barang di cek paket tersebut isinya sabu-sabu tetapi untuk bisa ungkap siapa yang pasan dan tim penyidik melakukan ‘undercover’ mengirimkan barang tersebut sesuai permintaan yang arahnya ke daerah Kunciran, Tangerang,” katanya.

Paket kemudian dikirimkan ke alamat penerima dan dilakukan pengintaian. Kemudian saat penerima paket tersebut datang untuk mengambil paketnya petugas langsung bergerak untuk menangkap penerima yang diketahui RR.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi kemudian membawa tersangka RR untuk diperiksa secara intensif dan menjalani proses hukum karena diduga RR turut terlibat dalam jaringan pengedar narkoba lintas negara.

“Ini masih kita kembangkan lagi apakah ada lagi di atasnya, tapi RR sudah ditahan mudah-mudahan ini berkembang untuk menangkap siapa otak dibalik ini karena ini lintas negara,” ujarnya.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal pidana mati.(gw/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer