News

Demokrat Kritik Warna Pesawat, Ngabalin dari Istana: Asal Nyerocos Saja!

JAKARTA- Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara terkait sejumlah kritik terhadap warnah pesawat kepresidenan yang dirubah menjadi merah putih.

Ngabalin menilai, banyak yang mengkritik dan berkomentar tetapi tidak tahu permasalahan. Dia bilang bahwa perubahan warna pesawat sekaligus perbaikan besar-besaran.

"Tidak banyak tokoh, tidak banyak yang mengerti tentang satu masalah, kemudian ngomong, nyerocos saja di media sosialnya. Kalau mereka tahu bahwa pesawat kepresidenan ini sudah 7 tahun, sudah sangat lama, jadi dia harus ada pemeriksaan, kemudian ada perbaikan besar-besaran," ujar Ngabalin dalam konferensi Pres di Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu (4/8).

Ngabalin mengatakan, pesawat presiden tentu perlu adanya perawatan dan pemeriksaan rutin.

"Kemudian kalau umpama didapatkan informasi dan klarifikasi dari kami di sini mungkin tidak sevulgar itu ngomongnya. Tetapi ini adalah pesawat kepresiden yang dipakai untuk kepentingan negara, VVIP. sehingga selain ada perbaikan besar, kemudian ada pemeriksaan," jelasnya.

Dia bilang bahwa warna merah putih di badan pesawat sebagai warna kebangsaan. Sehingga tak elok jika warna itu dikritik.

"Saya dengar juga bahwa warnah jadi pembicaraan di ruang publik. Ada masalahkah dengan warna, warnanya merah putih, warna kebangsaan kita di 17 Agustus," ungkapnya.

Sebelumnya, kritik soal warna merah putih dilontarkan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

"Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera bisa juga corona," ujar Andi Arief.

Dia menegaskan bahwa warna biru pada pesawat merupakan warna langit yang bisa juga sebagai kamuflase saat terbang.

"Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang," ungkapnya.

Sementara itu, kritik juga datang dari pengamat penerbangan, Alvin Lie. Dia menilai biaya pengecatan sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar itu hanya foya-foya ditengah pendemi.

"Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar antara USD100 ribu sampai dengan 150ribu. Sekitar Rp.1,4M sampai dengan Rp.2.1 miliar," kata Alvin Lie di cuitan Twitter-nya. (dal/fin).

Berita Terkait