18, September, 2021

Tanaman Obat, Aromatik, Rempah, Kopi dan Sarang Walet Diminati Pasar Ekspor

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meyakini sektor pertanian akan maju jika importasi produk pertanian ditahan. Hal ini seiring dengan usaha peningkatan kapasitas produk pertanian yang dapat di hasilkan di dalam negeri.

“Semakin kecil nilai importasi kita di bidang pangan pertanian pangan ini, akan semakin besar peluang kemajuan sektor pertanian,” katanya, lewat keterangan resmi, Jumat (30/7).

Ia optimis, para akademisi senior dan beberapa kalangan termasuk mantan pejabat di era pemerintahan sebelumnya telah mengampanyekan stabilitas sektor pertanian, termasuk di masa pandemi seperti ini.

“Baru-baru ini, untuk sektor pertanian, saya mendapati catatan BPS berupa nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y),” ujarnya.

Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021. Tren ini diharapkan terus bertahan bahkan terus naik di bulan selanjutnya.

Akmal menegaskan, bahwa pemerintah jangan lagi menjalankan kebijakan impor. Menurutnya, selama ini kebijakan importasi terlalu mudah hingga terjadi berbagai polemik antar lembaga negara berkaitan dengan impor pangan.

“Akan sulit negara ini mewujudkan ketahanan pangan dengan adanya kemudahan importasi komoditas pertanian. Bahkan ujungnya, impor pangan hanya akan menyengsarakan petani. Kalo stok kurang ini kan sudah kejadian berulang dari tahun ke tahun. Perbaiki dong kapasitas produksinya, kan sudah ada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya”, tandasnya. (khf/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer