18, September, 2021

Menyoal Asesmen Nasional, PKS: Afiliasi Politik Kepsek dan Guru Mulai Dipetakan

JAKARTA – Survei Lingkungan Belajar dalam Asesmen Nasional (AN) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menuai polemik yang luas.

Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Al-Jufri menilai, pertanyaan yang muncul di dalam survei lingkungan belajar mengandung unsur politis dan tendensius terhadap agama tertentu. Diketahui, survei tersebut untuk para guru dan kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar).

Instrumen survei lingkungan belajar yang dilakukan oleh Kemendikbud Ristek tidak mengarah pada evaluasi jalannya proses belajar mengajar dan perbaikan mutu pendidikan.

“Padahal tujuan dari Asesmen Nasional adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan,” katanya, Jumat (30/7).

Lebih lanjut, Sakinah mengatakan survei yang dilakukan alih-alih mencerminkan kondisi sekolah dan untuk perbaikan mutu pendidikan, namun pertanyaan dalam survei justru menimbulkan kegaduhan.

Yang diinginkan Kemendikbud dari survei lingkungan belajar adalah munculnya gambaran yang komprehensif tentang kondisi sekolah yang kemudian bermuara untuk perbaikan mutu pendidikan.

“Munculnya pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam survei tersebut tidak mencerminkan itu, justru pertanyaannya menimbulkan kegaduhan tidak mencerminkan perbaikan mutu Pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menyoal tentang landasan hukum yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan survei lingkungan belajar.

Jika Permendikbud Ristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional (AN) yang menjadi landasan, akan tetapi ternyata kandungan pertanyaan dalam survei tersebut tidak sesuai dengan Permendikbudd Ristek nomor 17 tahun 2021.

Sakinah justru menilai jika dibaca pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam survei tersebut cenderung akan memetakan afiliasi politik para guru dan kepala sekolah.

Ia berharap agar Kemendikbud Ristek lebih berhati-hati lagi dalam membuat instrumen survei, agar hasil dari survei yang dikalukan betul-betul dapat digunakan untuk perbaikan mutu pendidikan. (khf/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer