Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Menguat Tipis
JAKARTA - Kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup berbalik menguat tipis pada sore ini setelah sempat melemah pada siang tadi. Penguatan itu terdorong sinyal kabijakan dovish Federal Reserve (The Fed) yang masih mempertahankan pelonggaran kebijakan moneter. Mengutip data Bloomberg, Kamis (29/7) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.482 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 5 poin atau 0,03% dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (28/7) di level Rp14.487 per dolar AS. Direktur PT Solid Gold Berjangka, Dikki Soetopo mengatakan, sepanjang hari ini kurs rupiah bergerak volatil, keluar masuk zona merah. "Pergerakan tersebut terjadi setelah bank sentral AS mengumumkan kebijakan moneter dini hari tadi. Dolar AS dibuat jeblok lagi," kata Dikki di Jakarta, Kamis (29/7). The Fed mengatakan pada Kamis dinihari tadi bahwa pihaknya masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut pada angka inflasi dan pasar tenaga kerja sebelum mulai melakukan tapering. Meski demikian, The Fed menyatakan perekonomian AS semakin membaik dan penyebaran virus corona delta tidak akan memberikan dampak signifikan. Namun kasus Covid-19 di dalam negeri yang masih terus tinggi, berisiko menghambat pemberlakuan kebijakan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) level 4 yang lebih luas. Hal ini membuat laju penguatan kurs rupiah hari ini agak tertahan. "Karena hal tersebut tentunya berisiko membuat perekonomian Indonesia tertekan lagi di kuartal III 2021," ujar Dikki. (git/fin)