18, September, 2021

Kematian di Luar Jawa-Bali Alarm Bagi Pemda

JAKARTA – Peningkatan angka kematian di luar Pulau Jawa dan Bali akibat COVID-19 menjadi perhatian pemerintah. Ada lima provinsi yang kini disorot. Pemerintah daerah diminta lebih ekstra kerja keras menurunkan angka kematian.

“Ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah. Jumlah kematian di bulan Juli ini paling banyak selama pandemi di Indonesia. Hingga kemarin total sebanyak 30.168 kematian tercatat di Juli 2021,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (29/7).

Menurutnya, hal itu memperlihatkan peningkatan drastis dibandingkan 7.913 kematian pada Juni 2021 dan 5.057 pada Mei 2021.

Dia memaparkan jika dilihat dari 10 provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian mingguan per 25 Juli 2021, lima provinsi berada di luar Jawa dan Bali yang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Meski Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi kenaikan angka kematian akibat COVID-19, namun kewaspadaan tetap perlu dilakukan di luar Jawa dan Bali.

Daerah seperti Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masuk dalam sepuluh provinsi yang mengalami kenaikan angka kematian mingguan pada pekan ini.

Kalimantan Timur mengalami kenaikan 189 kematian dari pekan sebelumnya. Lalu, Riau naik 58 kematian, Sulawesi Selatan naik 48 kematian, Kalimantan Tengah naik 44 kematian. Sedangkan Sumatera Selatan yang mencatatkan kenaikan 43 kematian dibandingkan pekan lalu.

“Ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerahnya karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tidak menjalankan PPKM Level 4,” papar Wiku.

Dia menjelaskan sejak kenaikan kasus pada Juni lalu, pemerintah terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan demi mencegah kematian. Upayanya seperti penambahan fasilitas isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di beberapa daerah.

Semua pihak diminta terus melakukan usaha terbaik menekan angka kematian. Pemerintah daerah juga wajib selalu memantau rumah sakit di wilayah masing-masing. Tujuannya mengantisipasi kenaikan dengan memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur dan tenaga kesehatan yang bertugas. (rh/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer