News

Dolar Menguat, Harga Emas Bergerak Lebih Rendah

  JAKARTA - Harga emas bergerak lebih rendah, Senin, melayang di sekitar level psikologis USD1.800. Hal itu karena dolar AS bertahan, dengan investor mengalihkan perhatiannya ke pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan ini. Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.799,89 per ounce pada pukul 08.10 WIB, demikian dikutip dari laporan  Reuters, Senin (26/7). Emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,2 persen menjadi USD1.798,90 per ounce. Indeks Dolar (Indeks DXY) bertahan mendekati tingkat tertinggi tiga setengah bulan yang dicapai pekan lalu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kendati diprediksi tidak ada perubahan kebijakan dalam pertemuan FOMC, Selasa dan Rabu, investor akan mencari petunjuk tentang kapan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ultra-longgar. Aktivitas bisnis Amerika tumbuh pada kecepatan moderat untuk bulan kedua berturut-turut pada Juli di tengah kendala pasokan, menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi. Semakin banyak negara Eropa meningkatkan pertahanan mereka untuk melawan lonjakan varian Delta virus korona, mencoba menekan lebih banyak warganya untuk divaksinasi. Permintaan emas fisik di India lesu, pelan lalu, dengan pembeli menjauh akibat volatilitas harga, memaksa dealer untuk menaikkan diskon ke level tertinggi dalam hampir sebulan untuk mendorong pembelian. Spekulan menaikkan  net long position  di emas COMEX dalam pekan yang berakhir hingga 20 Juli, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika. Perak naik 0,1 persen menjadi USD25,18 per ounce, sementara paladium dan platinum masing-masing mendatar di USD2.671,77 per ounce dan USD1.061,55 per ounce. (git/fin)

Berita Terkait