Muncul Seruan Demo Jokowi, Begini Reaksi Mahfud MD
JAKARTA - Media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya poster bernada provokatif dan memanaskan situasi. Poster tersebut bertajuk: Jokowi End Game. ada ajakan kepada massa untuk menggeruduk Istana Negara dalam aksi unjukrasa pada Sabtu (24/7) besok. Menanggapi hal itu, Menkopolhukam Mahfud MD menyebut pemerintah sudah terbuka dan transparan dalam upaya penanganan COVID-19. Namun, dalam praktiknya masih ada pihak yang bertentangan atau memiliki pandangan yang berbeda. "Memang dalam praktiknya, secara ilmiah pun banyak pendapat yang berbeda. Ada yang setuju, ada yang bertentangan. Ada yang memberi alternatif lain," kata Mahfud, dalam siaran di YouTube Kemenko Polhukam RI, Jumat (23/7). Dia menyinggung pihak-pihak yang mendorong dilakukannya lockdown. Menurutnya, langkah tersebut akan menimbulkan masalah lain. Terutama dari sisi ekonomi. "Ada dilema yang dirasakan dalam menangani COVID ini. Pertama, untuk penyembuhan dan penangkalan itu harus diadakan pembatasan kegiatan masyarakat. Kalau istilah ekstrem itu lockdown, meskipun kita tidak pakai istilah tersebut. Bersama itu kita mengobati dengan memvaksin," imbuhnya. Namun, jika dilakukan terlalu ketat, maka masalah ekonomi atau kehidupan masyarakat juga menjadi berat. "Jadi berbuat ini kurang tepat, berbuat itu kurang tepat. Perlu jalan sebaik-baiknya," terangnya. Dia menegaskan pemerintah selalu mengambil keputusan berdasarkan masukan yang ada. Meskipun keputusan itu tidak diterima oleh sebagian masyarakat. Namun, menurutnya, pemerintah selalu berupaya mencari jalan terbaik demi menyelamatkan rakyat. "Pemerintah tentu harus mengambil keputusan dan telah mengambil keputusan. Sebab itu, tentu kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah tentu tidak semuanya bisa diterima oleh masyarakat," tutupnya.(rh/fin)