17, October, 2021

Kementan Subsidi Distribusi Cabai Rawit

JAKARTAKementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) memberikan subsidi untuk distribusi cabai rawit. Tujuannya, untuk menjaga stabilitas pasokan pangan agar masyarakat dapat mengakses pangan secara merata.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementan Risfaheri mengatakan, bantuan subsidi distribusi pangan tersebut dilakukan dari daerah surplus atau yang sedang panen ke daerah defisit atau daerah yang mengalami kelangkaan pasokan pangan.

“Akhir pekan lalu kami bantu biaya distribusi cabai rawit dari Enrekang ke Samarinda,” kata Risfaheri, Jumat (23/7/2021).

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan juga telah membantu biaya distribusi telur, daging ayam, bawang merah, dan telur ayam dari wilayah Jawa timur ke Maluku, Kalimantan Utara, dan dari Sulawesi Selatan ke Kalimantan Timur.

Sebanyak 41,5 ton cabai rawit didistribusikan dari daerah sentra yang saat ini panen di Enrekang (Sulawesi Selatan) ke Samarinda (Kalimantan Timur).

“Cabai rawit ini kami distribusikan pengusaha lokal di Kota Samarinda dengan harga cabai rawit di pasar Rp52.000-Rp55.000 per kg,” kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Kalimantan Timur Siti Farisyah Yani.

Cabai rawit yang dibeli dari gabungan kelompok tani dengan harga Rp47.000 per kg bisa dijual di Samarinda dengan harga di kisaran Rp52.000-Rp55.000 per kg atau di bawah harga pasar sebesar Rp68.000 per kg.

“Kami terus melakukan pemantauan stok pangan di berbagai daerah melalui Sistem Monitoring Stok Pangan (Simonstok) sebagai instrumen strategis yang ada di BKP Kementan,” lanjut Risfaheri.

Sementara itu, Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan, bahwa Simonstok ini mampu memetakan kondisi stok pangan dan kebutuhan bahan pangan pokok di daerah.

“Berdasarkan pemetaan tersebut dilakukan intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit guna menjamin pasokan dan distribusi pangan yang merata dan terjangkau di seluruh daerah,” pungkasnya. (der/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer