Semester I-2021, Pendapatan Negara Tembus Rp 888,6 Triliun

HomeEkonomiSemester I-2021, Pendapatan Negara Tembus Rp 888,6 Triliun

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, pendapatan negara pada semester I-2021 mencapai Rp 888,6 triliun. Jika dibandingan dengan tahun sebelumnya, angka pendapatan ini naik 9,1 persen (yoy).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pendapatan negara ini terdiri dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, dan PNBP.

“Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 886,9 triliun atau tumbuh 9,1 persen (yoy),” kata Sri, Kamis (22/7/2021).

Sri memaparkan, bahwa pendapatan negara ini berasal antara lain dari penerimaan pajak sebesar Rp 557,8 triliun atau tumbuh 4,9 persen (yoy).

Kemudian penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 122,2 triliun atau tumbuh 31,1 persen (yoy), dan PNBP sebesar Rp 206,9 triliun, atau 11,4 persen (yoy).

“Jadi APBN kita sebenarnya sudah menunjukkan suatu tren hijau yang sangat solid,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sri, belanja negara diakselerasi untuk mendukung pengendalian Covid-19 dan program PEN, terealisasi sebesar Rp 1.170,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen (yoy).

“Terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 796,3 triliun dan realisasi TKDD sebesar Rp 373,9 triliun,” terangnya.

Sementara itu, pembiayaan memegang peran penting untuk mendukung akselerasi pelaksanaan PEN, defisit APBN masih terjaga, mencapai Rp 283,2 triliun atau 1,72 persen terhadap PDB hingga akhir Semester I.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan countercyclical yang dilakukan pada semester pertama. Adapun realisasi pembiayaan anggaran hingga Juni 2021 mencapai Rp 419,2 triliun atau 41,7 persen target APBN,” tuturnya.

Menurut Sri, kebutuhan pembiayaan utang melalui penerbitan SBN menurun sebagai dampak dari penurunan nominal defisit, optimalisasi penggunaan SAL, dan penyesuaian utang jatuh tempo.

“Seiring kondisi pasar SBN yang membaik, sejak lelang SUN tanggal 27 April dan lelang SBSN tanggal 4 Mei, penerbitan SBN melalui lelang tambahan (Green Shoe Option/GSO) tidak dilakukan,” jelasnya..

Adapun kontribusi Bank Indonesia dalam pembelian SBN sesuai SKB I hingga akhir Semester I telah mencapai Rp 120,1 triliun.

“Masing-masing terdiri dari SUN SKB I sebesar Rp 79,66 triliun dan SBSN SKB I sebesar Rp 40,49 triliun,” pungkasnya. (der/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru