Kementerian ESDM: Anggaran Subsidi Diskon Tarif Listrik 2021 Melonjak

HomeEkonomiKementerian ESDM: Anggaran Subsidi Diskon Tarif Listrik 2021 Melonjak

 

JAKARTAKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi, anggaran subsidi diskon tarif listrik tahun 2021 bakal melebihi dari yang ditargetkan Kementerian Keuangan senilai Rp11,6 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nurhayatin Finahari, dalam diskusi virtual hari ini, Kamis (22/7).

Menurut Ida, diperkirakan kebutuhan anggaran subsidi diskon tarif listrik tahun 2021 bisa mencapai Rp11,72 triliun. Perkiraan tersebut sudah mempertimbangkan realisasi subsidi untuk diskon listrik pada semester I 2021 sebesar Rp 6,75 triliun untuk 32,90 juta pelanggan.

Pada Januari-Juni 2021 realisasi subsidi tersebut terdiri dari subsidi untuk diskon tarif tenaga listrik Rp 5,39 triliun dan pembebasan rekening minimum dan biaya beban/abonemen Rp 1,35 triliun.

Kemudian untuk kebutuhan anggaran pada triwulan III tahun 2021 atau Juni sampai September sebesar Rp 2,43 triliun untuk 26,82 juta pelanggan, terdiri dari diskon tarif tenaga listrik Rp 1,99 triliun dan pembebasan rekening minimum dan biaya beban/abonemen Rp 442,7 miliar.

“Untuk Triwulan III diskon tarif rumah tangga, bisnis kecil dan industri kecil target pelanggan 25,7 juta, kebutuhan anggaran Rp 1,99 triliun, dan untuk pembebasan rekening minimum dan biaya beban/abonemen Rp 442,7 miliar untuk 1,13 juta pelanggan,” jelasnya.

Kemudian pada triwulan IV 2021, lanjut Ida, kebutuhan anggaran subsidi diskon tarif listrik sebesar Rp2,54 triliun untuk 27,12 pelanggan, terdiri dari subsidi untuk diskon tarif tenaga listrik Rp 2,08 triliun, dan pembebasan rekening minimum dan dan biaya beban/abonemen Rp 463,1 miliar.

“Maka itu, total selama tahun 2021 sebesar Rp 11,72 triliun, yang terdiri dari diskon tarif tenaga listrik Rp 9,46 triliun dan biaya beban/abonemen Rp 2,26 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril menjelaskan, subsidi diskon tarif listrik akan diberikan secara langsung kepada pelanggan, baik pelanggan pascabayar maupun prabayar.

“Pelanggan pascabayar akan mendapatkan diskon dengan potongan langsung pada tagihan rekening listriknya. Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik,” ungkapnya.

Bob menyebut, pelanggan tidak perlu lagi mengakses token, baik melalui website maupun WhatsApp PLN. Kemudian pelanggan yang memperoleh stimulus berupa pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus melalui PLN akan dilakukan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik pelanggan sosial, bisnis, dan industri. (git/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru