Home Olahraga Eks Man United Diproses Hukum karena Ribut di Copa Libertadores

Eks Man United Diproses Hukum karena Ribut di Copa Libertadores

JAKARTA – Kericuhan yang terjadi pada ajang Copa Libertadores berbuntut ke ranah hukum usai polisi turun tangan. Pemain Boca Juniors terancam mendapat hukuman.

Keributan terjadi setelah Boca Juniors kalah dari klub Brasil Atletico Miniero. Tensi meninggi di akhir laga karena gol Boca dianulir VAR.

Sejumlah pemain dan staf Boca Junior menyerbu ruang ganti wasit dan Miniero. Pemain Boca mengejar wasit Esteban Ostojich, yang berlindung di ruang ganti tim tuan rumah, karena dianggap berat sebelah.

Sejumlah rekaman yang beredar cukup memberatkan pemain Boca Juniors. Marcos Rojo, eks Manchester United terlihat mangambil tabung pemadang kebaran dan hendak dilempar ke petugas.

Hal ini membuat kepolisian turun tangan dengan menyemprotkan gas air mata ke pemain Boca Junior. Tindakan kekerasan personil Boca Juniors juga diproses.

ESPN pada Kamis (22/7) mewartakan, Kepolisian di Brasil menangkap enam pemain dan ofisal Boca Juniors dengan dugaan melakukan tindakan perusakan dan kekerasan. Namun tak dirilis nama-namanya, meski besar kemungkinan adalah Rojo.

Dua orang yang diduga melakukan tindak pengerusakan sudah dilepas dengan jaminan 3000 reais atau sekitar Rp8,3 juta.

Sementara empat pemain Boca Juniors yang melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas juga sudah dilepaskan setelah berjanji mengikuti panggilan persidangan.

Boca Junior sudah berada di Argentina. Setibanya di sana, semua personel Boca Juniors diwajibkan karantina selama tujuh hari karena kericuhan di kandang Miniero. (PA/FIN)