Diskon Tarif Listrik Hingga September, Rp7,58 T Disiapkan Pemerintah

HomeEkonomiDiskon Tarif Listrik Hingga September, Rp7,58 T Disiapkan Pemerintah

 

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,58 triliun untuk memberikan diskon tarif listrik selama 9 bulan, sejak Januari hingga September 2021, dengan sasaran 32,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp1,69 triliun untuk bantuan rekening minimum, biaya beban/abonemen dengan sasaran 1,14 juta pelanggan hingga bulan September 2021.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari, dalam diskusi virtual, Kamis (22/7).

“Subsidi listrik diberikan kepada 25 golongan pelanggan listrik,” ungkap Oda.

Ia menjelaskan, skema program diskon tarif listrik yaitu pada Kuartal I-2021 diberikan diskon 100 persen untuk pelanggan rumah tangga, bisnis, dan industri kecil dengan daya 450 VA. Kemudian pada kuartal II dan III diskon diberikan sebesar 50 persen.

Kemudian diskon sebesar 50 persen diberikan kepada pelanggan rumah tangga kapasitas 900 VA pada Kuartal I-2021, dan pada Kuartal II dan III diskon diberikan sebesar 25 persen untuk golongan ini.

“Perhitungan tambahan dana Rp1,91 triliun untuk sampai September (Kuartal III). Kemudian alokasi selama Semester I (Kuartal I dan II) sebesar Rp5,67 triliun. Total anggaran untuk diskon tarif listrik hinga September mencapai Rp7,58 triliun,” jelasnya.

Sementara untuk bantuan rekening minimum atau biaya Abonemen, skema yang diterapkan yaitu diskon 100 persen untuk pelanggan bisnis, industri dan sosial di sepanjang Kuartal I-2021. Sedangkan untuk Kuartal II dan III, pelanggan golongan yang sama mendapat diskon tarif minimal 50 persen.

“Total anggaran yang disiapkan Rp1,69 triliun,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Bob Saril memastikan pihaknya siap mengesekusi program perpanjangan stimulus bagi pelanggan rumah tangga hingga industri.

Dukungan PLN terhadap kesuksesan program stimulus ini dimulai dengan memastikan kehandalan pasokan dan kehandalan cadangan listrik. Dengan begitu tidak ada pemadaman listrik yang terjadi di tengah masyarakat banyak beraktifitas di rumah.

Bob menegaskan bahwa saat ini kapasitas pembangkit listrik PLN secara nasional mencapai 62.915 mega watt dengan total pelanggan mencapai 80,4 juta pelanggan. Dengan kapasitas tersebut dipastikan tidak ada kekurangan pasokan listrik khususnya bagi pelanggan rumah tangga dan industri.

“Kami merespon dan siap melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatan dari rumah work from home atau belajar dari rumah sehingga kita harus jaga kehandalan jaringan listrik sehingga tidak ada gangguan kelistrikan. Untuk jaga kehandalan itu pertama kita harus sediakan suatu layanan yang cukup dari sisi daya dan ada spare (cadangan) yang mamadai,” ungkap Bob.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, kucuran subsidi dalam bentuk diskon tarif listrik yang diberikan pada masa PPKM merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat kelas bawah, termasuk juga sektor UMKM.

“Kebijakan ini menurut saya adalah kebijakan yang tepat sekali, karena kondisi masyarakat kita tengah dalam kondisi pandemi seperti ini memang sangat dibutuhkan. Ini adalah bentuk kehadiran dan perhatian negara terhadap masyarakat yang sedang mengalami kondisi yang kurang baik,” ujar Mamit.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang memang dengan kondisi ini sangat membutuhkan. Dan kita tahu bahwa memang kondisi seperti ini hampir dialami semua negara,” sambungnya lagi.

Menurut Mamit, pola pemberian subsidi saat ini juga sudah lebih tepat sasaran. Jika dilihat sejak 2015-2020, angka subsidi bisa dilihat cukup stabil.

“Pemerintah sudah mulai belajar dan memahami bahwa kemudian subsidi ini harus tepat sasaran karena memang membebani keuangan negara. Ini membuktikan bahwa pendataan terkait dengan penerima subsidi, survei dan kegiatan lain sudah dilakukan dengan cukup baik,” pungkasnya. (git/fin)

 

Baca Juga

Berita Terbaru