Duh, Pakar Penerbangan Nilai Opsi Penyelamatan Garuda Salah
JAKARTA - Pakar Industri Penerbangan, California State University Fresno Hendra Soemanto menyayangkan keputusan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang telah dengan sangat tegas memilih opsi kedua penyelamatan, yaitu restrukturisasi utang. Hendra menilai, opsi pertama yaitu pemberian modal dan pinjaman dari pemerintah merupakan yang paling cocok untuk menyelamatkan Maskapai Garuda Indonesia. Menurutnya, opsi pertama merupakan opsi yang mendekati ideal, tentunya dengan dibarengi oleh tindakan cepat dan efektif untuk mempertahankan operasional secara menyeluruh.
"Dengan pendapatan yang anjlok, PT Garuda Indonesia harus memastikan bahwa mereka memiliki uang tunai yang cukup untuk mendanai operasi jangka pendek, memiliki cukup uang untuk menutupi lebih dari enam bulan operasi, menggunakan jalur kredit yang masih tersedia yang mereka buat sebelum krisis, mengajukan pinjaman baru, dengan opsi pertama yang ditawarkan pemerintah," ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7).
"Bantuan keuangan langsung, paket stimulus dari pemerintah, pinjaman baru dari lembaga keuangan, dan pembebasan pajak adalah beberapa kriteria untuk mendukung opsi pertama tersebut," imbuhnya.
"Sudah saatnya insan PT Garuda Indonesia, termasuk di dalamnya jajaran komisaris, direksi, serikat pekerja, dan karyawan bersatu untuk survive dalam kondisi krisis. Pihak manajemen juga sudah harus merubah mindset, untuk melakukan komunikasi intensif yang transparan terkait perkembangan kondisi perusahaan," pungkas dia. (git/fin)