Iklan
Iklan
News

PLN Tidak Akan Bernasib Sama Dengan Garuda

  JAKARTA - PT. PLN (Persero) dipercaya tidak akan bernasib sama seperti PT. Garuda Indonesia Tbk, meski kedua perusahaan itu sama-sama punya utang yang nilainya tak sedikit. Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (11/7). Baca Juga: Pengamat: Skema Take Or Pay Jadi Beban PLN

"Saya melihatnya bahwa kondisi PLN berbeda dengan Garuda. PLN sebagai BUMN yang menjalankan PSO (Public Service Obligation) dari pemerintah dan menguasai hajat hidup orang banyak tidak akan dibiarkan bangkrut oleh Pemerintah. Saya masih melihat pemerintah perduli terhadap PLN," ujar Mamit.

"Memang, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dikelola oleh PLN, tapi itu semua harus mendapatkan dukungan dari semua stakeholder. PLN harus melakukan efisiensi, pastinya mereka mereka lakukan karena beban usaha mereka tahun ini berkurang jika dibandingkan 2019," ungkapnya.

"Ditengah kondisi pandemik ini,PLN masih memberikan stimulus kepada masyarakat terkait dengan tarif listrik tapi disisi lain sudah lama tidak ada tarif adjusment pastinya beban akan semakin meningkat," jelasnya.

"Nah  mereka (PLN) harus ambil listriknya. Jadi beban PLN ini memang berat. Karenanya PLN saya kira harus bisa memilah-milah project-project yang utama dalam rangka efisiensi dan mengurangi beban keuangan mereka sehingga tidak bleeding terus," usulnya.

"Tapi efisiensi itu jangan mengurangi keandalan PLN dalam mendistribusikan listrik ke masyarakat. Karena listrik sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat," pungkasnya.

"PLN itu utangnya Rp 500 triliun, tidak ada jalan kalau tidak segera disehatkan. Salah satunya, itu kenapa sejak awal kami meminta capex PLN ditekan sampai 50 persen," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (3/6). (git/fin)

Berita Terkait