Pemerintah Harus Waspada Kondisi PLN
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk waspada kondisi keuangan PT PLN (Persero) saat ini. Sebab, dengan penugasan yang terlalu banyak saat ini, membuat beban perusahaan semakin memuncak. Itulah yang menyebabkan utang PLN melonjak hingga lebih dari Rp500 triliun.
"Saya kira pemerintah perlu waspada dengan kondisi keuangan PLN. Sejauh ini beban keuangan Perseroan timbul karena banyaknya penugasan dari pemerintah," ujar Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro kepada Fajar Indonesioa Network (FIN), Minggu (11/7).
"Dalam banyak kondisi PLN harus merugi karena tidak ada penggantian yang sepadan dari penugasan pemerintah tersebut," kata dia.
"Jangan hanya cukup puas bahwa hutang tersebut terkonversi ke aset. Tapi juga harus melihat lebih jauh aset dari utang tersebut bisa produktif atau tidak," tegasnya.
"Dari harga batu bara USD105 per ton, PLN dapat harga USD70 per ton. Kalau batubara gak DMO, sudah wasalam. Ini negara harus bertindak," pungkasnya. (git/fin).