News . 11/07/2021, 12:43 WIB
JAKARTA - Kementerian BUMN mengajukan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi sejumlah perusahaan BUMN di tahun 2022 senilai Rp72,45 triliun. Hal ini menimbulkan pro kontra karena PMN dianggap tidak penting disaat pemerintah seharusnya fokus pada penbanganan pandemi. Ekonom Senior Indef, Faisal Basri adalah salah satu pihak yang tidak setuju terhadap PMN senilai puluhan triliun tersebut. Mengutip akun twitter resminya @FaisalBasri , Sabtu (10/7) dirinya mengatakan bahwa dana PMN itu seharusnya bisa digunakan untuk menolong lebih banyak nyawa, jika digunakan untuk penanganan covid-19.
"Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan PEN adalah Menteri BUMN. Bukannya utamakan selamatkan nyawa rakyat tapi sibuk urusi suntik BUMN ratusan triliun dan obat cacing. Bubarkan saja Komite itu," tulis Faisal dalam postingan tersebut.
"Jadi tidak asal begitu saja diberikan, tetapi kan kemudian lenyap entah kemana, rugi entah kemana. Nah kalau dibuat pertanggungjawaban baru, tanggung jawab moril, tanggung jawab hukum bahwa ini tidak boleh rugi dan hilang, ternyata apabila ini kemudian rugi dan hilang, maka BOD (Both Of Director) dan BOC (Both Of Comisaris) harus diberikan sanksi moril, misal apa dia tidak boleh lagi menjabat lagi di manapun di republik ini semasa hidupnya atau apalah," ujar Ferdinand, Minggu (11/7).
"Kalau rugi, kan ada UU Tipikor, apabila merugikan keuangan negara, disitu bisa. Nah kalau itu tidak ada, kalau tidak ada upaya perbaikan didalam manajemen BUMN kita, saya kira memang PMN ini harus ditahan dulu. Janganlah PMN ini asal diberikan. Jadi sebaiknya diperbaiki dulu sistem pengelolaan BUMN kita, baru berikan suntikan-suntikan modal," tegasnya.
"Soal Faisal Basri yang mengatakan ini lebih baik untuk penanganan Covid, seperti yang saya sampaikan, pemerintah sudah punya dana sendiri. Terkait BUMN, pemerintah punya tanggung jawab sendiri. Tetapi secara prinsip saya setuju jika ada tanggung jawab moral maupun tanggung jawab hukum," pungkasnya. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id