News

7 Perusahaan Milik Mertua Nia Ramadhani Yang Sahamnya Senilai Gocap

  JAKARTA - Publik dihebohkan dengan kabar anak dan menantu konglomerat tanah air, Aburizal Bakrie, yaitu Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani yang diamankan Polisi, karena diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Siapa tak kenal Grup Bakrie. Kelompok usaha ini jadi pengendali beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 2007, disebut-sebut sebagai puncak kejayaan bisnis perusahaan-perusahaan Grup Bakrie. Ada 7 (tujuh) perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie di pasar modal, namun mirisnya, saham-saham perusahaan milik Bakrie itu dalam kondisi yang tidak baik, dengan nilai saham rerata Rp50 per lembar saham atau saham gocap. Fajar Indonesia Network (FIN) berhasil mengulasnya sebagai berikut: 1. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) PT Bakrie & Brothers Tbk sempat menjadi perusahaan induk dari perusahaan-perusahaan Grup Bakrie. Sejak beberapa tahun lalu, sahamnya hampir tak pernah beranjak dari harga Rp 50 per lembarnya. PT Bakrie & Brothers Tbk sempat menjadi perusahaan terkemuka dengan usaha yang mencakup bidang infrastruktur, telekomunikasi, dan perkebunan. Produknya juga banyak diekspor ke luar negeri. Beberapa produk unggulan Bakrie & Brothers antara lain rangkaian pipa baja lengkap, jasa rekayasa struktural kelas dunia, baja bergelombang, bahan bangunan, layanan telekomunikasi nirkabel, system integrator telekomunikasi, CPO serta karet alam. 2. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Di awal kemunculannya, PT Bakrie Telecom Tbk sempat diperhitungkan sebagai pemain besar di sektor jaringan telekomunikasi. Iklan dan promonya saat itu juga terbilang jor-joran. Operator ini dikenal dengan teknologinya yakni CDMA. Namun sebagaimana nasib perusahaan Grup Bakrie lainnya, harga sahamnya juga ambles dan terpuruk di harga Rp 50 per lembar. Sebagai operator seluler, BTEL saat sekarang bisa dibilang hidup segan, mati tak mau. 3. PT Bakrieland Development Tbk (ELYT) PT Bakrieland Development Tbk (Bakrieland), salah satu perusahaan dari Kelompok Usaha Bakrie (KUB), yang bergerak dalam bidang properti yang terintegrasi yang berfokus pada pengembangan properti dan operasional. Saham ELYT di BEI juga selalu berada di harga Rp 50 per lembar. Perusahaan ini dulunya bernama PT Elang Realty Tbk dan berkantor pusat di Gedung Wisma Bakrie. 4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk terpuruk sejak beberapa tahun lalu. Sahamnya selalu berada di level Rp 50 per lembar. Operasional perusahaan ini berada di Kalimantan. Perusahaan ini juga mengolah beragam mineral, termasuk tembaga, emas, seng, serta memimpin dan memegang jaminan kepemilikan untuk eksplorasi dan pengembangannya. 5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Sama seperti BMRS, harga saham perusahaan Grup Bakrie ini juga selalu berada di level Rp 50 per lembarnya. Usaha yang digelutinya yakni pertambangan batu bara di Kalimantan. Harga batu bara yang merosot drastis setelah sempat booming membuat perusahaan ini tak lagi perkasa di pasar modal. Kantor perusahaan ini berada di Bakrie Tower, Jalan Rasuna Said, Jakarta. 6. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) PT Energi Mega Persada Tbk atau yang lebih dikenal sebagai EMP adalah perusahaan publik di bidang minyak dan gas bumi yang berkantor pusat di Jakarta dan berdiri sejak 2012. 7. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) PT Darma Henwa Tbk merupakan perusahaan Grup Bakrie yang bergerak di sektor kontraktor tambang batu bara. Saham perusahaan ini juga lebih sering diperdagangkan di harga Rp 50 per lembarnya. Beberapa bisnis yang digelutinya antara lain pembersihan permukaan tanah, pemindahan tanah pucuk, pemindahan lapisan penutup, pengangkutan batu bara, dan pengapalan batu bara. (git/fin)

Berita Terkait