IHSG Rentan Terkoreksi, Simak Ulasan Para Analis
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (5/7), diperkirakan kembali berbalik terkoreksi setelah pada penutupan akhir pekan lalu ditutup di zona hijau, dengan penguatan 0,28 persen ke level 6.023. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, mengatakan sejauh ini pergerakan IHSG masih belum menunjukkan kondisi untuk menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik. Adapun kisaran support-resistance berada di level 5.913-6.123. "Hingga saat ini pergerakan IHSG masih terlihat bergerak dalam rentang yang cukup terbatas, mengingat masih minimnya sentimen positif yang dapat mem-booster kenaikan IHSG ," kata William dalam hasil risetnya, Senin (5/7). Namun demikian, William mengatakan pergerakan IHSG yang fluktuatif bisa dimanfaatkan sebagai momentum bagi investor untuk mengakumulasi pembelian saham BBCA, GGRM, BBNI, INDF, WIKA, ITMG dan CTRA. Sementara itu, menurut analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan bergerak variatif dalam kecenderungan menguat terbatas untuk menuju target resistance di level 6.067. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini Indeks memiliki peluang untuk bergerak variatif dengan potensi menguat terbatas dan di-trading-kan pada kisaran 5.945-6.067," ujar Nico Demus. Namun, kata dia, level kritis Indeks masih akan menjadi perhatian investor. "Potensi koreksi tentu masih ada. Sejauh ini penerapan PPKM Darurat masih dapat diantisipasi pelaku pasar dan investor," ucapnya. Lebih lanjut dia menyebutkan, laju IHSG yang diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menguat terbatas tersebut bisa direspons investor dengan mengoleksi saham PTPP, MAPI, BBCA dan JPFA. (git/fin)