Emas Kembali Berkilau, Didorong Aksi Beli Para Trader
JAKARTA - Harga Emas kembali naik, Kamis, karena kejatuhan lebih dari 7 persen pada bulan lalu mendorong trader untuk membeli logam tersebut di tengah kekhawatiran atas varian Delta virus corona. Namun demikian pergerakan dibatasi oleh kehati-hatian atas data penggajian Amerika dan apresiasi dolar. Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot menguat 0,2 persen menjadi USD1.773,09 per ounce pada pukul 01.22 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,3 persen menjadi USD1.776,80 per ounce. Emas membukukan kerugian bulanan terbesar sejak November 2016 pada Juni, terbebani perubahan hawkish Federal Reserve. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong opportunity cost yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Tetapi beberapa investor membeli emas sebagai safe-haven karena penyebaran varian Delta virus corona, kata analis, dengan Prancis menunda pelonggaran pembatasan di wilayah Landes. Fokus sekarang tertuju pada laporan nonfarm payrolls , Jumat, untuk petunjuk tentang garis waktu perubahan kebijakan moneter Amerika, setelah pejabat Federal Reserve menyebutkan bank sentral harus melonggarkan pembelian aset tahun ini. Jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan 690.000 pekerjaan pada bulan ini. Klaim pengangguran awal turun lebih dari ekspektasi pekan lalu. "Harga (emas) berada dalam tren penurunan dan kalangan yang bearish memiliki keuntungan teknikal jangka pendek secara keseluruhan," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals, menghubungkan kenaikan emas pada sesi Kamis dengan bargain hunting setelah jatuh ke level terendah lebih dari dua bulan pada Rabu. Penguatan emas juga terhambat oleh nilai tukar dolar yang kuat. Peter McGinn, analis RJO Futures mengatakan emas mungkin membutuhkan aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas untuk membuat dorongan lebih tinggi. Di tempat lain, perak turun 0,5 persen menjadi USD25,98 per ounce, paladium melemah 0,5 persen menjadi USD2.764,66 per ounce, dan platinum naik 0,8 persen menjadi USD1.081,30 per ounce. (git/fin)