18, September, 2021

Jejak Digital Diungkit, Dede Budhyarto Ternyata Pernah Jualan Online Arloji KW

JAKARTA- Komisaris PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Dede Budhyarto diserang habis-habisan oleh netizen setelah menyindir Ketua BEM Universitas Indonesia.

Jejak digital Dede Budhyarto pun disorot. Yaitu dirinya pernah menjual jam tangan secara online. Netizen menyebut bahwa kala itu, Dede Budhyarto masih hidup dalam kesusahan.

Menanggapi nyinyiran netizen, Dede Budhyarto mengakui saat itu tahun 2012 dia menjadi pengusaha arloji dengan partai besar. Waktu itu, memutuskan keluar dari sebuah perusahaan dan menjual arloji.

“Memang saya jualan jam, HP (jaman itu BlackBerry) dengan partai besar. Kenapa waktu tahun 2012 keluar dari sebuah perusahaan media, jabatan terakhir General Manager. Capek kerja di perusahaan orang, maka saya buat online store sendiri. Kalian jadi apa tahun segitu?” tulis Dede Budhyarto.

Dia mengaku bahwa jam yang dia jual tidak asli alias tiruan. “Bukan ilegal, tapi KW, beda loh, kan Jujur itu hebat,” katanya.

Sebelumnya, Dede Budhyarto menanggapi BEM UI yang mengakui diserang secara digital berupa peretasan WhatsApp (WA).

Dede Budhyarto mengatakan pengakuan BEM UI soal peretasan WA hanya modus yang dibuat-buat. Dia mencontohkan sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum lama ini mengakui mengalami peretasan WA.

“Sewaktu rame isu TWK KPK, beberapa orang yang tidak lolos, mengaku akun WhatsApp-nya diretas…ehhh ini mahasiswa bau kencur baru bisa buat meme terus viral, katanya WhatsApp-nya diretas. Pola playing victim murahan dari senior yg diikuti Juniornya,” kata Dede Budhyarto melalui akun Twitter-nya.

Di cuitan lain, Dede menuding BEM UI ada departemen yang khusunya membuat propaganda.

“Hebat juga yah di struktur BEM UI ada departemen propaganda, biasanya yg sering pakai kata istilah propaganda itu komunis dan fasis. Biasanya loh,” ujarnya. (dal/fin). 

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer