IHSG Diperkirakan Bertahan Di Zona Positif, Berikut Pendapat Para Analis
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (1/7) diperkirakan bertahan di zona hijau, setelah pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,61 persen ke level 5.985. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, mengungkapkan sejauh ini pergerakan IHSG masih bersifat technical rebound, sehingga laju indeks tetap berpotensi untuk melanjutkan proses kenaikan. IHSG memiliki rentang support-resistance di level 5.913-6.123. "Proses kenaikan masih mungkin dapat terjadi, mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga level support terdekatnya," kata William dalam hasil risetnya, di Jakarta, Kamis (1/7). Dia mengatakan, menjelang pengumuman data inflasi yang disinyalir masih berada dalam kondisi terkendali, tentunya akan memberikan sentimen positif bagi laju IHSG . "Hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak di zona hijau," ujarnya. Dengan demikian, jelas William, peluang terjadinya penguatan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi investor dengan mengoleksi saham ITMG, JSMR, GGRM, ASII, TBIG, AKRA dan SMRA. Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat pada level 5.944-6.067. “Di awal bulan tentu saja pelaku pasar akan menantikan berbagai data ekonomi yang akan keluar hari ini. Inflasi secara tahunan diperkirakan masih akan mengalami penurunan, tapi harapannya tidak banyak,” kata dia dalam riset harian. Kemudian analis PT BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin mengungkapkan, kinerja IHSG pada semester I-2021 berada di bawah ekspektasi. "Volatilitas pasar di semester pertama jauh lebih tinggi dari yang saya perkirakan di akhir 2020, karena faktor risiko seperti inflasi Amerika dan tapering Federal Reserve yang saya diperkirakan baru akan muncul tahun depan," ujarnya. Namun demikian, jelas Kim, pergerakan IHSG pada paruh kedua tahun ini lebih banyak ditopang oleh sentimen terkait program vaksinasi Covid-19. "Tentu progres dari vaksinasi akan membantu menopang kinerja IHSG di semester kedua. Kalau progres vaksinasi bagus, saham-saham big caps akan bisa rebound," ungkapnya. Dia memperkirakan, pergerakan IHSG akan sulit mencapai target yang diproyeksikan BNI Sekuritas pada level 7.000. Pada paruh pertama tahun ini realisasi pergerakan IHSG relatif bergerak mendatar. "Sulit target akhir tahunnya bisa tercapai," ucap Kim. (git/fin)