Iklan
Iklan
News

Emas Menuju Bulan Terburuk dalam 4 Tahun, Terimbas Sikap Hawkish The Fed

  JAKARTA - Harga emas menguat, Rabu, tetapi bergerak menuju penurunan bulanan terbesar sejak November 2016, karena investor waspada menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika yang dapat meningkatkan kekhawatiran atas Federal Reserve yang mengurangi pembelian asetnya. Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD1.768,78 per ounce pada pukul 00.52 WIB, setelah menyentuh level terendah sejak 15 April di USD1.749,20 per ounce pada sesi Selasa, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (30/6) atau Kamis (1/7) dini hari WIB. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,5 persen menjadi USD1.771,60 per ounce. Michael Matousek, Head Trader U.S. Global Investors, mengaitkan sedikit kenaikan emas dengan aksi bargain buying di pasar yang "oversold" dengan harga merosot sebanyaknya 8,6 persen dari level tertinggi yang dicapai pada awal Juni. Harga emas terbebani oleh pergeseran hawkish The Fed yang tiba-tiba. "Dolar menguat, S&P 500 secara konsisten mencapai rekor tertinggi yang baru," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, Chicago. Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,4 persen, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, pejabat The Fed yang hawkish menegaskan kembali bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada 2023 serta mulai mengurangi pembelian obligasi. "Ini semua adalah hal yang dibenci investor emas," ujar Streible. Investor sekarang menunggu data nonfarm payrolls Departemen Tenaga Kerja Amerika, dirilis Jumat, yang diperkirakan menunjukkan kenaikan 690.000 pekerjaan pada Juni, menurut jajak pendapat Reuters. Data tersebut mengikuti pernyataan dari pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral harus mulai mengurangi program pembelian asetnya tahun ini. Matousek mengatakan daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi akan tetap utuh karena inflasi kemungkinan bertahan lebih lama meski The Fed lebih hawkish. Di tempat lain, perak melesat 1,2 persen menjadi USD26,06 per ounce. Paladium meroket 3,8 persen menjadi USD2.780,45 per ounce tetapi ditetapkan untuk penurunan bulan kedua berturut-turut. Platinum naik 0,6 persen menjadi USD1.072,91 per ounce dan ditetapkan untuk penurunan bulanan serta kuartalan terbesar sejak Maret 2020. (git/fin)

Berita Terkait