17, October, 2021

Evaluasi PPKM Mikro

JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro harus benar-benar diawasi dengan ketat. Jika kepatuhan tak tercermin di masyarakat, maka sudah seharusnya PPKM Mikro dievaluasi.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan evaluasi PPKM Mikro harus dilakukan jika situasi di lapangan belum mencerminkan kepatuhan pada protokol kesehatan.

“Kalau semua PPKM mikro ini benar-benar terimplementasi dengan benar, maka harusnya tercermin dengan aktivitas kemasyarakatan di lapangan dan lalu lintas yang juga harus turun secara nyata. Katakanlah hanya 25 persen dari hari-hari sebelumnya,” katanya dalam keterangan terulisnya, Senin (28/6).

Dikatakannya, penurunan aktivitas sebesar 25 persen di lapangan diukur berdasarkan ketentuan aktivitas di zona merah. Misalnya kapasitas tampung 25 persen bagi pekerja di kantor, pengunjung atau kapasitas mall maksimal 25 persen dan makan/minum di tempat atau “dine-in” paling banyak 25 persen dari tempat yang ada.

“Lalu kegiatan seni, sosial, dan budaya di zona merah juga ditutup sementara, dan pada zona lainnya diizinkan dibuka paling banyak 25 persen dari kapasitas,” katanya.

Dijelaskannya, jika pada kenyataannya situasi itu tidak terjadi, maka perlu dievaluasi dan diperbaiki lagi, terutama dari sudut aturan yang ada.

“Bagaimana implementasinya di lapangan dan juga bagaimana kepatuhan masyarakat luas,” katanya.

Dikatakannya, kasus COVID-19 pada 15 Mei 2021 mencapai 2.385 orang per hari sementara Ahad (27/6) sudah bertambah menjadi 21.432 kasus.

“Dalam hitungan satu bulan saja, melonjak sembilan kali lipat, bahkan hampir 10 kali lipat,” katanya.

Ditegaskannya, masyarakat sudah tidak bisa menunda lagi untuk patuh pada protokol kesehatan, salah satunya “pesan Ibu” dalam 3M, yaitu menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan.

“Semuanya berkait langsung dengan pembatasan kegiatan sosial. Makin ketat pembatasan sosial maka makin mudah aspek menjaga jarak dalam 3M dan hal membatasi mobilitas serta menghindari kerumunan,” tegasnya.(gw/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer