News . 21/06/2021, 14:37 WIB
JAKARTA - Kementerian Keuangan mengumumkan hingga akhir Mei 2021, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mencapai Rp,219,3 triliun atau setara 1,32 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai ini m ningkat jika dibandingkan dengan angka defisit APBN bulan Mei 2020 lalu yang tercatat hanya Rp179,4 triliun atau setara 1,16 persen dari PDB. "Sampai Mei defisit APBN mencapai Rp 219 triliun atau 1,32 persen dari PDB," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan DPD, Senin (21/6). Menurut Sri Mulyani, defisit itu lebih tinggi karena adanya pembiayaan front loading dalam antisipasi kenaikan suku bunga atau inflasi di Amerika Serikat. Sementara itu pendapatan negara hingga akhit Mei 2021 tercatat mencapai Rp726,4 triliun atau tumbuh 9,31 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan itu didorong oleh penerimaan perpajakan, khususnya penerimaan cukai dan bea keluar. Kemudian belanja negara hingga Mei 2021 tercatat sebesar Rp 945,7 triliun atau tumbuh 12,05 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu. "Realisasi belanja tersebut utamanya didorong oleh belanja barang untuk mendukung pemulihan, antara lain biaya perawatan pasien Covid-19 dan BOS, dan percepatan belanja modal padat karya antara lain jalan, irigasi, dan jaringan," ungkapnya. Terakhir, jumlah SILPA per Mei 2021 tercatat sebesar Rp 90 triliun yang diklaim oleh Sri Mulyani lebih efisien, karena lebih rendah dibandingkan realisasi Me i 2020 yang sebesar Rp178,5 triliun. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id