Darurat COVID, Nyalakan Tanda Bahaya!

HomePolitikDarurat COVID, Nyalakan Tanda Bahaya!

JAKARTA – COVID-19 di Indonesia kian mengganas. Pada hari ini saja, Senin (21/6), ada tambahan 14.536 kasus. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi selama pandemi melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Tombol bahaya harus dinyalakan untuk kondisi darurat. Tujuannya untuk menyadarkan semua pihak bahaya lonjakan COVID-19.

Kasus tertinggi sebelumnya tercatat pada 31 Januari 2021. Yakni 14.518. Setelah itu, jumlah kasus harian Corona bertambah sekitar 6.000 hingga 12.000. Penambahan tertinggi juga sempat terjadi pada 6 Februari 2021 sebanyak 12.156.

Pada Senin (21/6) tercatat 9.233 pasien positif Corona dinyatakan sembuh. Total kumulatif pasien yang telah sembuh berjumlah 1.801.761 orang.

Selain itu, pemerintah juga melaporkan tambahan 294 pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia. Sehingga total kumulatif pasien yang telah sembuh berjumlah 54.956 orang.

Melihat kondisi ini, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyarankan Pemerintah memikirkan opsi menerapkan kebijakan karantina wilayah atau “lockdown” pada akhir pekan.

“Pada akhir pekan yaitu sejak Jumat sore, masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah sampai Senin pagi. Sehingga diharapkan tidak terjadi penyebaran COVID-19,” kata Saleh.

Menurutnyam seluruh kebijakan yang diambil Pemerintah saat ini terkait penanganan COVID-19 harus dievaluasi. Karena sudah lama diterapkan.

Contohnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilakukan. Namun hasilnya kurang maksimal. Kemudian berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Perlu adanya inovasi kebijakan lain yang harus diambil Pemerintah. Salah satunya opsinya menerapkan lockdown akhir pekan.(rh/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru