News

Emas Merosot Lebih dari Dua Persen Pasca The Fed Menyatakan Hawkish

  JAKARTA - Emas merosot lebih dari 2 persen, Kamis, mempercepat aksi jual di seluruh logam mulia dengan paladium ditetapkan untuk hari terburuknya dalam lebih dari setahun, karena dolar menguat setelah Federal Reserve memberikan nada yang hawkish pada strategi moneter. Harga emas di pasar spot anjlok 2 perse. menjadi USD1.776,10 per ounce pada pukul 24.44 WIB, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 3 Mei di USD1.766,29 per ounce, demikian dikutip dari laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (17/6) atau Jumat (18/6) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot 4,7 persen menjadi USD1.774,80 per ounce. Mayoritas dari 11 pejabat The Fed, Rabu, memproyeksikan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk 2023, meski para pejabat berjanji mempertahankan kebijakan tetap mendukung untuk saat ini guna mendorong pemulihan lapangan kerja. Pengumuman itu mendorong dolar ke level tertinggi lebih dari dua bulan, mengikis daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lain, dan mendorong lonjakan imbal hasil US Treasury, meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga. "Dot plot The Fed itu memberikan perubahan nada yang jelas, pada akhirnya menunjukkan bahwa meski The Fed terus menegaskan kembali inflasi bersifat sementara, penilaian formal mereka atas risiko terhadap ekonomi jelas lebih hawkish," kata analis TD Securities, Daniel Ghali. Melemahnya permintaan fisik dan melambatnya aliran spekulatif ke emas, yang keduanya dimulai sebelum pertemuan The Fed, juga dapat membantu mendorong kemunduran lebih lanjut, papar Ghali. Menambah tekanan bagi emas, The Fed mengatakan akan mempertimbangkan apakah bakal mengurangi pembelian asetnya pada setiap pertemuan kebijakan berikutnya. Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group, juga mengatakan skala aksi jual emas ditekankan oleh teknikal bearish, dan penurunan tajam dalam emas berjangka "mencerminkan fakta bahwa kita memiliki lebih banyak volume perdagangan dan investor yang lebih berorientasi teknikal di pasar berjangka ketimbang pasar spot." Paladium memimpin aksi jual, jatuh 10 persen menjadi USD2.517,18 per ounce, sementara platinum tergelincir 6,6 persen menjadi USD1.048,44 per ounce. Paladium bisa melihat koreksi dalam reli yang dianggap berlebihan, Christian menambahkan. Perak merosot 4,3 persen menjadi USD25,81 per ounce. (git/fin)

Berita Terkait