21, October, 2021

Tiga Pelaku Begal Terancam 9 Tahun Penjara

PANGKALPINANG – RDP, seorang anak laki-laki di bawah umur hanya bisa tertunduk malu saat dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polres Pangkalpinang di halaman Mapolres Pangkalpinang, Selasa (15/6) siang. Sesekali wajahnya terlihat menyesal. Kini anak baru gede yang baru berusia 16 tahun warga Desa Air Mesu Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah itu hanya bisa pasrah atas perbuatannya.

Bersama dua temannya, NN (18) warga Desa Dul Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Tengah dan GRP (18) warga Pangkalpinang, RDP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya, ketiganya terancam hukuman sembilan tahun penjara atas kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

BACA JUGA: Fantastis! Arsenal Siapkan Mahar 1,4 Triliun Untuk James Maddison

Berdasarkan konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Pangkalpinang, Kompol Teguh Setiawan, kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau tindak pidana pengroyokan yang dilakukan oleh ketiga pelaku itu terjadi di samping Mini Market TJ Mart, Semabung Lama pada Kamis (27/5) lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Korban atas nama Tri Wahyudi (33) warga Jalan Kakap 1 Kelurahan Ampui Kecamatan Pangkal Balam Pangkalpinang.

Peristiwa tindak pencurian dengan kekerasan ini bermula pada saat korban melintas di seputaran Jalan Semabung usai pulang dari tempat hiburan malam X Bar. Mengetahui korban sendirian, tiga pelaku RE, NI dan GI (DPO) mengejar pelaku hingga ke warung pecel lele yang berdekatan dengan TJ Mart.

BACA JUGA: KPU-Bawaslu Siap Bahas Penyederhanaan Surat Suara Pemilu 2024

Bukan hanya merampas sepeda motor milik korban, para pelaku juga melakukan pengeroyokan terhadap korban, hingga mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian kepala dengan 5 jahitan, luka lecet di betis sebelah kiri dan luka di punggung sebelah kiri. Melihat korban berlumuran darah, pelaku langsung membawa sepeda motor milik korban ke kos-kosan di wilayah Lontong Pancur dan sekitar pukul 08.00 pagi, pelaku NI membuka box sepeda motor milik korban.

Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra langsung bergerak mencari keberadaan pelaku setelah mendapat informasi tersebut. Dua pelaku, RDP dan NN berhasil diciduk buser naga pada saat bersembunyi di sebuah kosan di wilayah Lontong Pancur Kecamatan Pangkal Balam Kota Pangkalpinang, Kamis (27/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Sedangkan satu pelaku lainnya ditangkap di lokasi yang berbeda. Setelah diinterogasi, ketiganya mengakui perbuatannya.

BACA JUGA: Pakai Baju APD, Zaskia Adya Mecca Peluk Anak Positif Covid-19

“Saya pukul pakai batu bata.pak kepalanya satu kali. Karena dia lari ke belakang warung, saya bawa motornya ke kos untuk di pakai sehari-hari. Tapi sebelum di pakai, saya pretelin dulu untuk menghilangkan jejak,” ujar RDP kepada Babel Pos seraya tertunduk malu dan takut.

Senada, NN kepada harian ini juga mengaku telah ikut memukul korban, hingga korban luka berat bersimbah darah dan tak berdaya.

“Sebenarnya dia (korban-red) yang memulai. Karena saat diatas motor, saya ditendang duluan. Jadi kita kejar dan keroyok beramai-ramai,” timpal NN seperti dikutip dari Babel Pos (Fajar Indonesia Network Grup).

BACA JUGA: Ayu Ting Ting Kesal Dituding Plagiat Gaya Berpakaian Nagita Slavina

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna hijau putih BN 3714 PW dengan kondisi yang sudah di pretel, satu buah batu bata merah dan satu buah ban bekas sepeda motor. Atas perbuatan tersangka disangkakan pasal 365 KUHPidana atau pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman masing-masing sembilan tahun dan tujuh tahun penjara. (pas)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer