News

Spekulasi Tapering The Fed Bikin Kilau Emas Memudar

JAKARTA - Harga emas melemah, Selasa, terimbas penguatan dolar dan pasar yang terbebani kemungkinan Federal Reserve pekan ini bisa menandakan pelonggaran stimulus pada akhirnya.

Harga emas di pasar spot turun 0,5 perse  menjadi USD1.855,99 per ounce pada pukul 24.55 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup berkurang 0,5 persen menjadi USD1.856,40 per ounce, demikian laporan dikutip dari laporan Reuters,  di Bengaluru, Selasa (15/6) atau Rabu (16/6) dini hari WIB.
"Ada kegelisahan yang berkembang tentang kenaikan inflasi dan perasaan di pasar logam mulia adalah bahwa bank sentral harus mulai merespons sedikit lebih agresif terhadap tekanan inflasi ini," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.
Meir mengatakan kendati emas bisa menghadapi kemunduran "berumur pendek" jika The Fed mulai melakukan  tapering  pada akhir 2021 atau bahkan mengisyaratkan itu, Rabu, emas kemungkinan akan dibeli "saat terjadi penurunan" di tengah kekhawatiran atas kenaikan inflasi.
The Fed berulang kali mengatakan lonjakan harga saat ini bersifat sementara, tetapi pertemuan dua hari yang berakhir pada Rabu dapat menampilkan diskusi awal di antara pembuat kebijakan tentang kapan dan seberapa cepat untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran guna mengatasi inflasi.
Lebih lanjut mengurangi daya tarik emas, Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat setelah mencapai level tertinggi satu bulan dan imbal hasil US Treasury 10-tahun naik, meningkatkan  opportunity cost  untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Di sisi fisik, konsultan Metals Focus mengatakan penurunan pembelian emas oleh ETF dapat membatasi permintaan logam kuning tahun ini.
Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel Amerika turun lebih dari ekspektasi pada Mei, sedangkan harga produsen naik lebih dari perkiraan.
Data itu juga menunjukkan penurunan penerimaan di dealer mobil.
Kendati produksi mobil yang lebih rendah karena kekurangan semi-konduktor global akan membebani permintaan  auto-catalyst  platinum dan paladium, kekhawatiran atas inflasi akan mendukung logam tersebut, kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
Di tempat lain, perak turun 0,8 persen menjadi USD27,62 per ounce, platinum merosot 1,4 persen, menjadi USD1.148,37 per ounce dan paladium naik 0,2 persen menjadi USD2.757,65 per ounce. (git/fin)

Berita Terkait