IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Para Analis
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (14/6) diperkirakan menguat, setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,20 persen ke level 6.095,49. Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher memprediksi perdagangan hari ini, IHSG bakal berbalik arah menguat meski penguatannya akan terbatas. 'Terbatas dikarenakan data inflasi Amerika Serikat yang kurang sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain, sentiment pembagian dividen masih akan mendorong IHSG. Investor juga akan mengantisipasi rilis data trade balance,” ujar Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, Senin (14/6). IHSG diprediksi akan bergerak pada level resistance dalam rentang 6.154—6.124 dengan level support 6.074—6.054. Sejumlah saham pilihannya adalah MPPA (target Rp1.300-Rp1.330), ISSP (target Rp300-Rp310), dan ADRO (target Rp1.430-1.470). Sementara itu, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih berada dalam fase konsolidasi wajar. "Jika resisten level terdekat berhasil ditembus dalam beberapa waktu mendatang maka IHSG berpotensi untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya," paparnya. Stabil dan kuatnya kondisi perekonomian Indonesia yang terlihat dari data perekonomian yang telah terlansir juga turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG. Menurutnya Indeks hari ini masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas 5.924-6.123. Sejumlah saham pilihannya hari ini adalah ICBP, BBNI, SMGR, AALI, ITMG, BMRI, WIKA. Sebagai informasi saja, selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 7-11 Juni 2021, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,57 persen menjadi Rp12,24 triliun dari Rp12,96 triliun pada pekan sebelumnya. Berdasarkan data transaksi di BEI yang dikutip Minggu (13/6), secara umum kinerja bursa saham selama sepekan ini tercatat positif. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tercatat menguat 0,5 persen ke level 6.095 dari posisi penutupan di akhir pekan sebelumnya pada level 6.065. Penguatan juga terjadi pada nilai kapitalisasi pasar, yakni sebesar 0,46 persen menjadi Rp7.210,56 triliun dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp 7.177,85 triliun. Rata-rata volume transaksi harian selama sepekan meningkat 23,44 persen menjadi 24,16 miliar saham dari 19,57 miliar paham pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata frekuensi harian selama sepekan meningkat 10,27 persen menjadi 1,25 juta transaksi dari pekan sebelumnya yang hanya 1,14 juta transaksi. Pada perdagangan Jumat (11/6), investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp2,62 triliun, sedangkan di sepanjang 2021 total nilai beli bersih investor asing mencapai Rp16,44 triliun. (git/fin)