Upah Honorer Diskes Tak Dibayar 

HomeNusantaraUpah Honorer Diskes Tak Dibayar 

ENREKANG – Tenaga honorer di Dinas Kesehatan (Diskes) Enrekang, harus bekerja tanpa upah. Hak yang mestinya diterima, diabaikan oleh pemerintah.

Salah seorang tenaga sukarela Diskes yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, sejak pertengahan tahun 2020 pembayaran upah tak lancar. Bahkan, pernah menunggak enam bulan. Kemudian, satu bulannya dihitung sebagai pekerjaan tambahan alias tanpa upah.

“Sudah lama pembayaran upahnya tidak tepat waktu begini. Tahun 2020 itu pernah menunggak enam bulan, cuma lima  bulan baru dibayar karena Desember itu diputihkan. Tahun 2021 ini lagi, bulan Mei dan Juni mandek lagi,” katanya kepada FAJAR, Kamis, 10 Juni.

Padahal nilai yang dibayarkan pemda tak besar. Per orang hanya menerima Rp500 ribu per orang. Totalnya 1.200 orang. “Nanti kita mengeluh baru dibayar. Kita mau makan apa kalau begini terus, sedangkan kerja kita itu mungkin lebih berat dari pegawai negeri sipil (PNS) disana,” bebernya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup).

Tak hanya tunggakan upah sukarela. Dari penelusuran FAJAR, beberapa permasalahan memang saat ini terjadi di Dinkes Enrekang diantaranya, terlambatnya pembayaran Bantuan Operasional (BOP) rumah sakit Hj Puang Sabbe dan biaya Jaminan Persalinan (Jampersal).

Direktur RS Hj Puang Sabbe, drg Sri Siswaty Zainal menyatakan, akibat terlambatnya dana BOP rumah sakit cair, dirinya harus mengeluarkan dana pribadi untuk membayar biaya listrik, dan makanan pasien. Nilainya Rp49 juta.

Kadiskes Enrekang, Sutrisno menjelaskan, mengenai pembayaran upah memang dibayarkan per triwulan. Untuk upah yang diputihkan pada bulan Desember 2020 masuk dalam proses utang belanja daerah.

“Jadi saya luruskan yah, tidak ada lagi namanya tenaga honorer. Adanya itu tenaga sukarela, itu upahnya per triwulan, mungkin nanti bulan tujuh nanti cair upahnya. Kalau upah yang diputihkan itu, masuk dalam utang belanja daerah,” jelasnya.

Sementara untuk keterlambatan (BOP) rumah sakit Hj Puang Sabbe, Sutrisno malah menyalahkan pihak rumah sakit Hj Puang Sabbe yang terlambat menyetor berkas dan datanya. (rac/ful)

Baca Juga

Berita Terbaru